SMA 1
MARABAHAN tahun 2009-2012, hhmmmmm... gue tersenyum sendiri disudut kamar
setelah acara pengukuhan dan coret-coret itu. Dimana dengan keluguan dan
keanehan gue yang polos gue beriteraksi dengan teman-teman angkatan gue. Tempat dimana gue temui arti persahabatan,
cinta, kegagalan, dan segudang pengalaman yang ditulis-NYA dalam sederet cerita
hidup selama tiga tahun terakhir.
Mulai dari
sahabat, gue bersyukur memiliki sahabat-sahabat yang mengisi hari gue selama
tiga tahun dengan warna-warna dan berbagai corak. Oke, mungkin ini makna dari
sebuat coret-coret saat kelulusan. Ada Ikhsan si raja porno, ada Syarif pria
yang selalu happy, ada Omen yang jaim, ada si Donovi manusia setengah wanita,
ada si cantik Siti Fatimah, ada si seksi Riska dan masih banyak lagi
orang-orang memberi gue berjuta pengalaman.
“Masa
SMA Cuma 3 tahun tapi banyak orang yang mengenang selamanya”
Anewei, ga
seru kayaknya kalo ngga ngebahas tentang cinta. Tanggal 28 Mei 2012 kayaknya
nggak akan pernah gue lupain. Dulu-dulu sedekat-dekatnya gue dengan wanita
akhirnya wanita itu menjauh karna menolak cinta gue tapi waktu itu gue ngerasa
beda gue merasa ganteng banget gue merasa gaul abis. Gue bisa foto bareng dengan
wanita-wanita cantik, mereka mengelu-elukan diri gue “elu jelek... elu jelek...”,
yang jelas gue merasa ganteng tingkat dewa. Dibalik itu semua, saat itu gue
merasa benar-benar dekat dengan seorang wanita, gue bisa foto bareng wanita itu,
berdua doang. Dia tersenyum sangat manis. Gue bener-bener merasa dekat. Dan
sepertinya, di hati gue, juga ada rasa yang melekat.
Gue kenal
wanita ini ditwitter saat di mengomentari blog gue. Dari situ gue mulai kenal
baik dengan dia. Dia selalu nge-reply
joke-joke yang gue tulis. Dan gue sempat minta tanda tangannya di baju
gue. Apalah pentingnya kenang-kenangan berupa barang. Kenangan-kenangan
sesungguhnya itu ada di hati. Dan hari itu gue bersama wanita manis itu adalah
kenangan yang gue bawa pulang dari sekolah. Gue berharap sih gue masih
mempunyai rasa yang sama setelah kejadian itu dan semenjak dia melempar senyum
dan tawa. Di Perpisahan itu.