22 September 2013

Sebuah Analogi

sekarang sudah seminggu lebih gue kembali kuliah, dosen sudah mulai masuk, dan tugas mulai menumpuk. yaa, terlepas dari dosen dan tugas, satu-satunya berita paling menyenangkan adalah bertemu dengan para maba yang unyu-unyu dan botak. gue merasa terlihat lebih ganteng(dikit) ketika ngeliat para maba cowo yang botak. jadi gue bisa sedikit bergaya lebih cool didepan para maba cewe. dengan harapan ada yang bilang "iihhh kaka cool bangeeeeet !!!"

namun harapan tinggal lah harapan, para maba malah mengucapkan "ih coba liati kaka itu, bepender sorangan" pakai bisik-bisik lagi. itu sakit banget meeeen.....

my life is my self, yeah setelah kejadian yang lalu, gue lebih banyak menghabiskan waktu dengan pacaran sama diri sendiri. gue mencoba memahami diri gue sendiri. gue sempat mikir "hidup gue gini amat ya, ditolak mulu. salah gue apa ya ?"

akhirnya gue menyadari, kalau gue agak berbeda dengan kebanyakan cowo yang gue liat. gue terlalu introvert, gue terlalu sibuk dengan dunia gue sendiri, gue terlalu nyaman dengan sikap aneh yang gue miliki. mungkin karna itu, setiap kali gue naksir sama cewe, cewenya malah nolak gue.

mungkin juga karna orang yang gue taksir terlalu sempurna dan tidak sesuai dengan kapasitas yang gue miliki. ibaratnya, gue pengen iphone 5s, apadaya kemampuan gue cuma bisa untuk mendapatkan nokia 1600.

singkatnya, kita tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.

setelah selalu melalui fase mandangin --> naksir --> ditolak --> move on --> mandangin --> naksir --> ditolak --> move on.

gue belajar beberapa hal, kalau kabanyakan dari kita selalu menginginkan orang yang sempurna seperti sebuah android dan kebanyakan dari kita juga tidak mnyadari kalau sebenanya yang kita butuhkan hanyalah orang yang simpel dan apa adanya seperti nokia 1600 *tetep*.

10 September 2013

Apalah Ini

move on. entah berapa banyak sudah orang yang bahas tentang move on dan sejenisnya. bahkan diblog gue ada beberapa post yang berkaitan dengan move on. kali ini pun gue akan bahas tentang move on dan kawanannya lagi.

kemarin kan gue sempat naksir banget sama orang(baca : nama samaran) ya meski ujungnya nggak kesampaian. now playing ~ kasih tak sampai....

tapi setidaknya gue bersyukur karna udah menuntaskan rasa naksir gue dan nggak penasaran lagi. dan kalo udah gitu kan move onnya jadi lebih mudah dikit.

kenapa udah nggak penasaran lagi ? ya karna gue tau perasaan dari pihak sananya. untuk lebih jelasnya baca post gue sebelumnya-sebelumnya deh.

jadi gini, waktu itu gue naksir sama orang, sekitar 6 bulan lebih gue naksir, gue udah usaha banyak biar dia tau perasaan gue(usaha tenaga doang sih, soalnya kaga punya materi hehe maklum mahasiswa kere.) tapi ujungnya gue tau kalo dia udah punya pacar. karna pacarnya sendiri yang bilang ke gue. gue sih nggak nembak dia secara langsung, karna buat pdkt kaga bisa, soalnya dia nggak ngerespon. tapi setelah gue tau dia udah punya pacar, disinilah kesalahan gue. gue naksir sama mahasiswi di kampus gue. kita satu fakultas, satu angkatan. jadi bakal mudah banget buat ketemu lagi setelah ditolak dengan malu nyatain perasaan.

jadi buat elo, kalo lo suka sama orang, usahain jangan yang mudah ketemu bila lo nya sendiri nggak yakin buat dapetin dia. misalkan lo kuliah di jurusan hubungan internasioal, lo harus nyari orang yang buat di taksir itu jurusan mipa. jadi, kalo lo ditolak, lo masih bisa ongkang-ongkang kaki deh dikampus. itu kalo lo nya sendiri nggak yakin bakal diterima.

daaan setelah semua kejadian itu, gue ikhlas karna udah ditolak. lebih baik ditolak daripada digantung bukan ? karna setidaknya kita tau perasaan dari pihak yang ditaksir. kalo sudah gitu, kita mau melangkah kemana pun akan jadi lebih mudah tanpa ada perasaan menggantung yang membebani. eeeaaaaa

tapi tetap aja ya meski kita sudah move on, kalo ketemu orang yang (pernah) kita taksir itu ada rasa canggungnya.

6 September 2013

Virgo Yang Introvert

virgo adalah orang yang perfeksionis dan pemilih.

menjadi orang yang terlalu perfeksionis dan terlalu pemilih terkadang membuat seseorang sulit untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. dan orang seperti itu adalah orang-orang bertipe virgo. gue sendiri adalah orang virgo. yang mungkin gue tipe orang yang terlalu egois dan membuat segala sesuatu harus terlihat sempurna di mata gue. mulai dari hal kecil memilih pakaian apa yang akan di pakai sampai ke masalah yang sedikit eumit seperti masalah hati.
segala sesuatu yang akan gue lakukan harus telihat sempurna meski kadang-kadang(sering) itu malah yang membuat semuanya menjadi berantakkan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. sifat pemilih juga membuat sulit untuk merasa sreg dengan beberapa hal, dan salah satunya tentang masalah hati. sebelum gue menjalin sebuah hubungan dengan orang lain, biasanya gue harus menganalisa terlebih dahulu orang yang gue taksir ini, mulai dari sifat, karakter, pembawaan, dan kecocokkan. tahap analisa ini biasanya gue lakukan dengan pengamatan diam-diam, atau pas fase pdkt. setelah mengetahui kepribadian orang tersebut. orang tersebut akan diklasifikasikan lagi kedalam beberapa tipe. apakah dia termasuk dalam klasifikasi orang yang akan mampu menghandle segala macam sifat dan sikap gue, apakah dia cocok dengan dunia gue, dll.

jadi karna itu lah kebanyakan orang virgo tidak mudah memiliki sebuah hubungan yang terikat(terlepas dari seberapa jeleknya orang tersebut) dan orang virgo jarang hubungan yang dapat bertahan lama. daripada menjalin hubungan dengan orang yang belum tepat mending jadi pengamat yang baik dulu lah, daripada sama-sama memaksakan ketidakcocokkan, mending sama-sama belajar menyikapi perbedaan dulu lah, daripada sama-sama egois mending sama-sama berdamai dengan diri sendiri dulu lah.

virgo adalah orang egois.

egois adalah salah satu dasar orang-orang virgo(khususnya gue). gue merasa apa yang gue lakukan benar dan selalu beranggapan kalau tidak ada yang lebih benar dari anggapan dia. terkadang keegoisan ini yang membuat orang-orang kayak gue sulit untuk berbagi waktu, tempat, dan perasaan kepada orang lain.

saat gue sudah merasa nyaman dengan suatu keadaan, maka gue akan terganggu jika ada orang yang datang dan merubah keadaan tersebut. tapi karna orang virgo adalah tipe orang yang mudah menyembunyikan emosi dan bukan orang yang dominan, jadi mereka memilih untuk pergi dari keadaan tersebut.

tapi gue bukan lah orang virgo tulen, gue menyebut diri gue sendiri adalah tipe virgo yang introvert. introvert sendiri bila dilihat dari segi bahasa mempunyai arti tertutup. sedangkan dari segi istilah introvert adalah pribadi yang mengarah pada pengalaman subyektif, memusatkan diri dalam dunia dalam dan privat, dimana realita hadir dalam bentuk hasil amatan, cenderung menyendiri, pendiam, dan tidak ramah dan (agak) anti sosial. menurut gue sendiri(karna gue belajar memahami diri sendiri) orang introvert adalah orang yang tidak dominan atau menjadi orang minoritas dalam sebuah kelompok. 

orang introvert bisa dibilang sebagai pendengar yang baik. sebagaimana gue yang cenderung lebih suka mendengarkan daripada berbicara. kalau pun berbicara, gue merasa lebih nyaman berbicara pada diri sendiri dulu sebelum berbicara sama orang lain. atau ketika ditanya pun, gue akan diam terlebih dahulu memikirkan apa yang akan gue ucapkan, setelah itu baru gue berbicara. bukan cuma gue, mungkin kebanyakan orang introvert kayak gitu.

gue adalah orang yang tidak terlalu bisa hidup berkelompok-kelompok gitu. dan sedikit memiliki teman akrab. bukan pilih-pilih teman, tapi cuma kurang suka dengan keramaian.gue tipe orang yang butuh privasi, perlu ketenangan yang mendalam.

terakhir, untuk urusan ehem... cinta, jika orang introvert sedang naksir dengan seseorang, maka orang inrovert akan terus memikirkan cara bagaimana seorang yang disukainya itu bisa tahu bahwa ia menyukai seseorang tersebut tanpa ada seorang pun yang mengetahui, agak aneh memang, namun itulah introvert. sedangkan orang bertipe virgo introvert, akan lebih memilih untuk jatuh cinta diam-diam. toh, jatuh cinta diam-diam adalah salah satu seni dalam hal mencintai, bukan ?