17 August 2013

Just A Simple Talk (again)

malam minggu tiba lagi. dan seperti biasa, gue sudah berhibernasi didalam kamar sejak siang dengan segala macam makan. malam itu gue sibuk browsing di depan laptop. dan teng, jam 8.00 pm tepat. gue coba menghubungi nama samaran(namanya gue ganti jadi nama samaran aja ya) lewat sms, kebiasaan yang selalu gue lakuin tiap malam.

"malam minggu nama samaran (:"

sms terkirim

5 menit, gue mikir "kenapa gini-gini aja ya ? nggak ada kemajuan banget" dari awal dari beberapa bulan yang lalu emang nggak pernah direspon sih.

gue sms lagi

"eh nama samaran, kenapa sms aku kada pernah di balas sih ?"

sms terkirim

fyi aja nih, paginya gue sengaja isi pulsa cuma bisa buat menghubungi dia. maklum mahasiswa kaya gue jarang punya pulsa kecuali kalo lagi perlu dan penting banget, jadi kesimpulannya, dia penting banget buat gue.

sekitar 15 menit kemudian, akhirnya hape butut gue bergetar. tanda ada yang nelpon...

"hallo ?" kata gue

"hallo !" suara cowok...

gue langsung diam... setelah beberapa detik, gue menduga yang nelpon ini pasti pacarnnya nama samaran. karna nomer gue itu gue beli khusus buat menghubungi nama samaran(yoi broh saking niatnya)

gue diaaaam.... gue guuuuuguuup... gue takut pacarnya marah dan ngajak berantem. 

tapi tapi untungnya gue ingat, gue punya jurus rahasia "pura-pura jadi  banci"

telponnya gue matiin. gue nyiapin diri dulu buat jadi banci yang baik dan benar. ya minimal bisa buat dia percaya lah kalo gue agak banci dan dia nggak jadi ngajak berantem. gitu sih niat gue.

dia nelpon lagi.... gue reject.....

dia telpon lagi.... gue reject lagi....

dia telpon lagi...   kagak gue angkat... gue belum siap....

stelah beberapa kali gue reject akhirnya gue angkat....

"hallo ?" kata dia

"hallo, ada apa ya ?"jawab gue dengan aksen agak kebanci-bancian. sumpah broh jadi banci tidak semudah yang gue bayangin. harus ada intonasi dan sedikit improvisasi yang digabungkan dengan teknik pernafasan di perut atau teknik ini biasanya disebut teknik pernapasan dari jamaika.

"ini akbar maulidi ? ini gue F***** pacarnya nama samaran" tanya dia

what ? dia tahu nama gue !!!!! gue makin panik.... gue panik aja gitu takutnya kalo dia ngira akbar maulidi ini sejenis makhluk dari planet namek yang agak mengalami gangguan seksualitas yang sedang suka sama pacarnya-__-

dengan agak gagap sambil masih dengan logat kebanci-bancian gue menjawab "i..iyaaa.... adaaa apaaa ?" tadinya gue pengen nambahain kata cyin... dibelakang, tapi gue mikir lagi takutnya nanti dia ngira gue beneran makhluk dari planet namek yang mengalami gangguan seksualitas.
 
"eh tolong jangan hubungi nama samaran lagi, dia merasa terganggu sama sms-sms lo, sama juga postingan-postingan di blog lo tentang dia tolong di hapus ya"

gue yang udah dongo langsung bilang "i...yaaaa. i....ya bisa jadi bisa jadi. sorry ya" masih dengan aksen banci-__-

telponnya dia tutup...

malam minggu itu gue mendadak galau, takut, kalut, dan perasaan down lainnya(masih kayak banci). akhirnya gue sadar, kalo kita terlalu suka sama seseorang, kita pasti akan ngelakuin apa aja, tapi terkadang apa yang kita lakuin tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang kita harapkan. apa contohnya, apa yang telah gue lakuin buat dia yang menurut gue baik dan biasa aja, belum tentu membuat dia merasa nyaman atau malah merasa risih dan mungkin terganggu karna gue.

mulai sekarang gue janji nggak akan menghubungi dia lagi. gue tau gue sangat mengganggu dia, gue tau gue apa yang gue lakuin salah, dan gue tau gue udah kaya psycho.

tapi satu hal, gue inget pacarnya bilang "hapus postingan-postingan di blog lo". what ? itu artinya dia pernah baca blog gue !!! dan setidaknya dia tau apa yang gue rasa kan ? setidaknya itu udah cukuplah.

setelah apa yang terjadi gue cuma bisa bilang "selamat broh, longlast ya !!!"  dan gue agak menyesali sih kenapa gue menjadi agak kebanci-bancian tadi, gue nggak bisa bayangain aja gimana rendahnya gue dimata nama samaran setelah dia tau(setelah dikasih tau pacarnya) kalo gue agak kebencong-bencongan. ooooh god, malam minggu saya masih suram sekali-__-

16 August 2013

Ada Apa Denganmu, Barcelona ?



Bulan Agustus kali ini saya rasa adalah bulan yang cukup spesial. Selain karna lebaran terjadi dibulan Agustus dan HUT indonesia yang ke 68 terjadi dibulan Agustus, tapi juga bulan Agustus adalah bulan terakhir transfer windows sepak bola Eropa. Setelah dibuka pada 1 Juli dan akan berakhir pada tanggal 31 Agustus nanti. Itu artinya jendela transfer tinggal menyisakan beberapa minggu lagi. Saat jendela transfer inilah para klub sepak bola Eropa berlomba-lomba memperkuat skuadnya yang mungkin dirasa perlu dengan cara membeli pemain baru. Lihatlah bagaimana Manchester City sangat agresif setelah banyaknya kegagalan dimusim lalu dengan memecat Mancini dan mengantinya dengan Manuel Pallegrini, bagaimana mereka membeli pemain-pemain bintang seperti Jesus Navas, Alvaro Negredo, Stefan Jovetic dan Fernandinho. Tentu juga dengan mempertahankan pemain bintangnya musim lalu.



Lihat juga bagaimana PSG, Chelsea, As Monaco, Napoli dan bahkan Liverpool yang sudah banyak mengeluarkan(membuang-buang) uangnya demi membeli pemain yang dirasa pantas dengan skema pelatih. Dan yang paling menyita perhatian adalah bagaimana Real Madrid dikabarkan akan memecahkan rekor transfer lagi dengan membeli Gereth Bale. Padahal mereka juga membeli Isco, Carvajal, Illaramendi dan sudah memiliki Ronaldo(pemain termahal saat ini, 80 juta pounds). Entah apa yang ada didalam isi kepala  Florentino Perez saat ini.

Para pemain pun kini sudah mulai berganti jersey dari klub satu ke klub yang lain, semisal Higuain yang pindah ke Napoli di serie a, Cavani yang pindah ke PSG di ligue 1, Falcao ke As Monaco, Iago Aspas ke Liverpool di BPL, atau Thiago Alcantara ke Bayern Munich di bundes liga. Para peracik strategi pun begitu, bagaimana Mourinho kembali melatih Chelsea, Alex Ferguson pensiun dan digantikan oleh David Moyes, Ancelotti mengisi kekosongan pelatih di Madrid setelah ditinggal mou, dan Benitez yang menjadi caretaker di Chelsea akhirnya bergabung dengan Napoli.



Tapi dari sekian banyak yang sudah terjadi, saya tidak melihat pergerakan yang berarti dari anggota the big four Manchester United dan Arsenal, atau klub raksasa dari spanyol Barcelona.

Okelah MU sudah membeli pemain bernama Varela, tapi siapalah dia ? saya pun baru melihat dia waktu di piala dunia U-21 kemarin. Kita mungkin mendengar beberapa waktu lalu MU mencoba pdkt dengan Thiago tapi sayang setelah hampir jadian, MU ditikung Bayern. Sakit hati ? pasti. MU pun move on dengan mencoba mendekati teman baik Thiago, Fabregas. Setelah pdkt, Fabregas lebih memilih setia kepada Barcelona, atau gaulnya MU di PHP. Sakit ? pasti. Entah ada hubungannya atau tidak dengan faktor pergantian pelatih di MU.

Beralih ke Arsenal. Untuk kali ini sepertinya mereka sepenanggungan dengan MU. Lihat bagaimana mereka menguber Higuan yang malah memilih Napoli dan akhirnya mereka merekrut Yaya Sanogo. Siapalah Sanogo ? tapi mungkin kita dapat sedikit memaklumi. This is arsenal. Persetan dengan juara yang penting masuk liga champions, sudah cukup buat mereka.

Terakhir ada Brcelona. Entah kenapa di jendela transfer kali ini, Barcelona kelihatannya adem-adem aja dan tidak seangresif musim-musim sebelumnya. Mungkin para fans Barcelona akan membela diri dengan mengatakan “buat apa mengeluarkan uang lagi ? kami sudah punya Messi si alien. Kami punya Pniesta, Busquets dan Xavi yang raja passing (sekaligus pintar diving). Dan kami punya Neymar si bocah Brazilian”.

Mungkin alasan tersebut masih terdengar rasional dan masih bisa kita terima, tapi mereka tidak menyadari kalau kekalahan-kekalahan mereka melawan Madrid dan dibantai Bayern musim lalu adalah bukti kalau mereka tidak sedominan beberapa tahun lalu. Puyol sudah tidak bisa diandalkan lagi, pique angin-anginan, thiago sudah pindah, xavi juga yang sudah tua. 


Barcelona memang sudah merkrut Neymar dengan harga yang katanya lebih dari 50juta euro. TAPI menurut pandangan saya itu sangat tidak rasional. Neymar lebih terlihat seperti anak skate dibanding pemain bola. Dan gerakan-geraknnya lebay diatas lapangan sangat lah tidak membantu menurut saya. sekarang kita tunggu, apakah Neymar mampu membuktikan kapasitasnya ? atau malah men-justin bieber. kemampuan yang pas-pasan tapi gaya selangit.

So, untuk menutup postingan kali ini, ada sebuah pertanyaan mendalam yang cukup rasional dikepala saya "ada apa denganmu, Barcelona ?"


-photo by google

15 August 2013

Janji Manis Klub Sepak Bola


Dizaman seperti sekarang, menjalin sebuah hubungan percintaan itu sangatlah mudah. Seperti pada umumnya, bagaimana si pria jatuh cinta dengan seorang wanita pada pandangan yang pertama, bagaimana si pria mencoba menghubungi wanita tersebut dengan bertanya pertanyaan klise seperti “kamu, udah makan belum ?”, “kamu, udah punya pacar belum ?”, “kamu lagi ngapain ?” dan pertanyaan klise tingkat ababil lainnya. Setelah semua basa-basi singkat tersebut, biasanya si pria langsung merayu si wanita agar mau menjalin sebuah hubungan dengannya. Tentu dibumbui dengan iming-iming sebuah kebahagiaan, kesetiaan, dan kemapanan. Namun, pada akhirnya semua kembali kepada kepetusan apa yang akan diambil si wanita tersebut. Apakah menerimanya, menolaknya secara halus, atau paling ekstrim menolaknya mentah-mentah.

Dalam dunia sepak bola pun, kasus percintaan seperti diatas sering sekali terjadi. Bedanya, yang terjadi bukanlah antara si pria dan si wanita atau si pemain bola dengan pacarnya, melainkan antara sebuah klub sepak bola dengan seorang pemain profesional. Kalau boleh saya ibaratkan, klub sepak bola sebagai si pria dan pemain sepak bola profesional sebagai wanita yang ditaksir.

Contohnya pada tahun 2009 lalu, bagaimana pria gagah nan berpengalaman dalam menaklukan wanita bernama Real Madrid naksir sama seorang wanita yang dari tampilan luarnya saja sangat menggoda, dan dia baru saja memenangkan gelar miss world-nya dunia sepak bola pada setahun sebelumnya. Yap, dia lah Ronaldo.

Singkat kata, Real Madrid yang sebagai seorang cowok yang mapan pun langsung mencoba merayu Ronaldo dengan uang tebusan sebesar 8o juta pounds. Gayung bersambut, Ronaldo menerima pinangan itu dan sampai sekarang hubungan mereka masih terjalin cukup harmonis.

Tapi, kita semua tahu bahwa tidak semua hubungan akan berakhir bahagia. Lihatlah sekarang bagaimana seorang Suarez merasa dikecewakan oleh Liverpool, karna Liverpool tidak menepati janjinya.

Januari 2011 silam, Suarez menerima cinta Liverpool setelah dirayu dengan janji-janji manis berupa kekayaan, ketenaran dan tiket otomatis Liga Champions. Tapi kini, janji tinggal lah janji. Liverpool belum bisa memenuhi janji-janji manis tersebut, khususnya janji tiket otomatis Liga Champions. Dan membuat Suarez merasa dikecewakan sehingga ingin memutuskan hubungan mereka.

Kini, Liverpool dan Suarez pun terlihat seperti sebuah hubungan yang sudah tidak sehat tapi masih dipertahankan. Dan  sebagai seorang “wanita” dalam dunia sepak bola, Suarez tidak menyadari kalau lelaki memang pandai mengikari janji (:

-photo by google

10 August 2013

Just A simple Talk

sebelumnya gue mau mengingat kan, yang akan kalian baca kali ini adalah tulisan yang menyedihkan, menggalaukan. jadi siapkan tissu untuk mengelap air mata ya. bukan untuk mengelap air.... ah, sudahlah...

kalian pernah mengalami jatuh cinta diam-diam ? gue yakin pasti pernah. gue, gue adalah orang yang suka, bahkan sering mengalami jatuh cinta diam-diam.dan kata orang diam itu emas. berarti orang yang jatuh cinta diam-diam adalah orang yang jatuh cinta sama emas-emas ? kalo itu benar, berarti gue adalah orang paling maho sedunia dong ? 

well, terlepas dari disorientasi seksual tersebut, gue yakin kita semua tahu orang jatuh cinta diam-diam tidak ingin cintanya diketahui tapi terkadang hanya ingin keberadaannya sedikit diakui. seperti gimana gue kemarin ya, yang rela nggak ikut midtest dikelas, demi bisa midtest bareng dengan orang yang gue taksir. oh iya, orang yang gue jatuh cinta diam-diam'i namanya adalah nama samaran (namanya gue samarkan jadi "nama samaran" soalnya orangnya nggak ngasih gue ijin buat nulis nama dia sebenarnya). gimana gue dengan bodohnya nulis-nulis nama dia di dinding-dinding kampus gue. gimana gue hafal jaket warna apa aja yang dia punya. gimana gue tau nomer plat kendaraannya, gimana gue rela ngubek-ngubek hape temen gue demi bisa dapat nomer hapenya. gimana gue hafal jadwal kuliahnya.

ya begitulah orang yang jatuh cinta diam-diam, sering kali melakukan hal bodoh. bagi orang yang jatuh cinta diam-diam, nggak peduli terlihat bodoh asal bisa ngeliat orang yang ditaksir. jadi idiot nomer dua, bisa ngeliat orang yang ditaksir, nomero uno. haha

akhirnya gue berhasil ngedapetin nomer dia dari hasil ngemis-ngemis nyolong dihape teman gue. dua hari setelah mendapatkan nomernya, gue baru sms dia. isi smsnya juga basa-basi formal gitu.

"pagi nama samaran (:"

sms gagal....

gue panik...... gue keringetan..... gue cek pulsa gue, pulsa gue masih 1.405 rupiah, artinya masih bisa sms. gue panik.... gue keringetan tingkat dewa..... gue kirim sms sekali lagi.

sms terkirim....

ternyata tadi cuma masalah sinyal doang, maklum gue pakai operator yang bintang iklannya no-ah. huuuuuftttt gue lega.... keringat tingakat dewa tadi gue kiloin. uangnya buat beli pulsa. pulsanya gue pakai buat sms nama samaran tapi sms gue ngga dibalas.

malamnya gue sms lagi, sms gue nggak dibalas lagi. gue galau, sekejap timbul beberapa pertanyaan dikepala gue,

"kenapa nama samaran nggak balas ya ? dia udah pacar apaya ?"

"kenapa nama samaran nggak balas ya ? dia udah tau gue kali ya ?"

"kenapa nama samaran nggak balas ya ? dia udah punya pacar dan pacarnya itu tau gue kali ya ? terus nama samaran dilarang balas sms gue dengan ancaman akan dipotong hantu Kuchisake Onna menjadi beberapa bagian kaliya ?" gue mulai parno sendirian.

"kenapa tukang parkir suka muncul tiba-tiba ya ?" oke ini salah fokus.

gue terus sms kayak gitu selama beberapa hari.

dan hasilnya ? hasilnya sms gue selalu bertepuk sebelah tangan alias kaga pernah ditanggepin. pasti kalian mikir ya, ni seorang bilah lidi kenapa sms mulu... kenapa kagak pernah nelpon ? 

hehe gue sama nama samaran itu beda operator bos... jadi, gue sebagai mahasiswa yang memiliki dana seadanya, harus cermat dalam membelanjakan duit. kalo makan gorengan harus pilih-pilih dulu mana yang paling besar, sebelum belanja harus survey dulu dari warung satu ke yang lain biar tau mana warung yang paling murah hahaha.... intinya, ngisi pulsa adalah hal yang perlu dipikirin berkali-kali untuk mahasiswa kere kayak gue.

waktu itu gue ketemu dia dikampus. mandangin imutnya dari kejauhan, ngeliatin senyumnya yang bikin jantung gue meleleh dari sudut yang mungkin tidak dia liat. gue senyum, gue memantapkan diri dan isi dompet gue buat nelpon dia nanti malam. sebelumnya gue ngutang pulsa dulu sama teman dikelas gue yang jualan pulsa. gue nggak mau aja malu-maluin pas nelpon tiba-tiba keputus sendiri telponnya karna pulsanya abis. tiap menit berlalu, gue deg-degan. tiap jam berlalu, gue deg-degan tingkat kecamatan.

dan malam pun tiba, sekali lagi gue memantapkan diri gue sendiri, dengan ngomong dalam hati "ini saatnya lidi. semuanya harus diungkapkan dalam waktu 15 detik biar pulsa awet sekarang, minimal dia tau perasaan lo." gue ambil hape legendaris bertipe nokia 1600 gue, gue cari nomernya dan gue pencet tombol warna ijo.

tuuuut.... tuuuut.... tuuuut....

"halooo........" suara merdu cewek diseberang sana

gue diem. detak jantung rasanya mau copot...

"haloooo....." kata dia lagi.

gue masih nggak percaya. sumpah men, suaranya jernih banget men.

tuuuut.... tuuuut.... tuuuut....

telponnya gue tutup. gue nggak tau harus ngomong apa, otak gue ngehang, senyum gue melebar. kata-kata yang udah gue siapin jadi ilang gitu aja. tapi gue cukup bahagia karna udah bisa dengar suaranya. setidaknya suara dia cukup untuk ngebuat gue nggak bisa tidur malam itu. (:

sampai sekarang gue masih suka sms dia malam-malam, bahkan hampir tiap malam. gue tau, gue ngenganggu dia banget. gue juga masih suka diam saat nelpon dia, gue masih suka suka senyum-senyum sendiri setelah berpapasan dengan nama samaran dikampus. dan yang jelas setelah semua yang terjadi, gue masih menjadi seorang laki-laki yang suka sama dia. maybe, dia nggak bakal pernah tau dan nggak mau tau tentang apa yang gue rasakan, tapi itu nggak akan merubah apa-apa termasuk rasa gue ke dia. mungkin malah makin bertambah dan she's always good in my eyes. no matter how bad she's in other people's sight of being. terakhir, gue cukup tau kalo ada beberapa hal yang tidak selalu bisa gue miliki, tapi gue cukup bersyukur akan itu. 


karna mungkin bahagia hanya masalah seberapa banyak kita bersyukur (:

9 August 2013

A Man Have Social Problems

pernah nggak lo ngerasain risih(bahasa halusnya : canggung) pas ketemu lagi sama orang yang pernah ada dalam kehidupan lo, yang udah lama gak ketemu ? gue sih sering. atau pernah nggak merasa risih(bahasa halusnya : canggung. lagi) pas ketemu sama orang baru, atau orang yang belum lo kenal ? kalo gue sih, sering. tapi bagi orang yang mudah begaul atau pemander sih, pasti jarang ngalamin kaya gitu. dan gue adalah orang yang jauh dari kata "mudah bergaul". yeah, gue memiliki sedikit masalah berkomunikasi sama orang baru atau orang lama yang udah lama nggak ketemu. dan gejala itu gue menyebutnya "a man are have social problems (orang yang memiliki masalah sosial)". keren nggak ? hahaha. eniwei, itu namanya gejalanya belum ada yang mengklaim kan ? yeeee, gue hebat gue seorang penemu *tepuk tangan sendirian*
 
oke lanjut. jadi gini, gue (udah berapa kali gue ngetik kata "gue" ya ?" tuh suka ngalamin awkward moment pas kalo lagi ketemu seseoang gitu. apalagi orang yang baru. gue suka gelagapan sendiri kalo bicara sama orang yang belum gue kenal banget. dan jatohnya malah kaya ngomong tanpa ada isinya. atau saat orang nanya apa, gue jawabnya apa. oke, ini mungkin karna otak gue yang lemot buat ngerespon-__-. dan gejala ini juga mungkin yang membuat ehm jadi jomblo. apa hubungannya gejala tersebut sama masalah percintaan ? ada, tapi ntar bahasnya diakhir post aja yak.

gejala amahsp ini juga yang ngebuat gue merasa kurang nyaman kalo harus nimbruk sama orang banyak atau ditengah keramaian. makanya gue lebih suka mengamati orang disekitar gue ngomong daripada ikut ngomong. setelah mengamati orang ngomong, gue ketawa sendrir, mengamati lagi, ketawa lagi. gitu aja terus sampai ketupat abis. *eh maap salah fokus, maklum kan masih suasana lebaran*. karna itu juga gue suka stand up comedy. karna apa yang kita omongin harus kita tulis dulu, karna kalo ngomong langsung, gue ketauan banget begonya. kan bila ditulis dulu, kita bisa milih kata-kata yang lebih ramah, lebih sopan, kata-kata yang lolos sensor, kata-kata yang manis( manis ? yeah, karna semua orang menjilat dan dijilat).

terakhir, mungkin karna gejala ini juga gue masih jadi jomblo. ah padahal karna faktor muka sih. sedikit banyaknya sih mungkin ada gejala amasp ini dengan tingkat kesusahan gue mencari pacar. ya balik lagi kayak tadi, gue merasa kurang nyaman ada orang baru yang masuk dalam "dunia" gue. gue tau banget, ketika kita dekat dengan seseorang, cepat atau lambat orang tersebut akan merubah "kita" ("kita" disini maksudnya semua orang. bukan aku dan kamu samadengan kita-_-). begitu pula pas menjalin hubungan, sedikit banyaknya pasti bakal merubah apa yang sudah ada. dan gue merasa risih dengan itu. merasa uncomfortable aja untuk berbagi dunia, tempat, waktu, dan beberapa hal lain dengan orang lain(baca : pacar). ya gue tau, tujuannya menjalin hubungan itu buat tempat berbagi dan saling melengkapi. tapi kalo berbagi dengan orang yang salah atau belum bisa saling melengkapi, gimana ? mending jalanin sendiri aja dulu kan, sambil nyari yang pas buat tempat berbagi dan saling melengkapi. eeeaaaaa