Kepopuleran selalu menjadi angan dan impian bagi
setiap orang. Semua orang ingin populer, ingin terkenal. Saya yakin itu. Karna kepopuleran
dapat mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi seseorang. Dipuja-puja adalah
adalah salah satu bagian dari menjadi populer.
Dulu, saya juga ingin menjadi terkenal, menjadi
populer. Dapat dilihat dari perangai saya dimasa lalu. Mulai dari menggunakan
pakaian yang kurang wajar saat kuliah semester satu, sengaja datang terlambat
saat mata kuliah pramuka agar berdiri didepan, sengaja bertingkah laku yang
aneh, sampai ikut komunitas stand up comedy saat stand up comedy mulai mendapat
tempat dikalangan masyarakat indonesia (itu pun mentok sampai jadi penjual
tiketnya doang). Jelas bukan, semua itu saya lakukan biar mendapat sorotan
lebih banyak.
Namun seiring bertambahnya usia, semakin
rasionalnya saya dalam menyikapi banyak hal. Sadar tak memiliki cukup atribut untuk
menjadi populer dan menyadari tak memiliki kelebihan apapun juga membuat saya
lebih memilih untuk menjadi penunjang seseorang untuk dan agar lebih populer. Dan
semenjak itu juga saya mulai menanggalkan impian untuk menjadi populer.
Ada banyak dari orang disekitar saya (dalam hal
ini orang yang saya kenal) yang merasa lebih bahagia saat menjadi populer dan
menjadi pusat perhatian, saat mendapat apresiasi lebih, saat berada dalam
sorotan yang lebih banyak, saat menjadi pemeran utama dikehidupan sekitarnya. Dengan
alasan itu juga kenapa banyak orang lebih memilih menjadi artis, menjadi Atlet,
ataupun menjadi selebtwit. Karena anda tidak akan mendapatkan sebuah
kepopuleran dan apresiasi lebih jika memilih menjadi wartawan, kameramen,
apalagi pengangguran yang hobinya menulis blog. Hehe
Berangkat dari banyaknya orang haus akan
kebahagian, saat ada teman yang sedang berada dalam sorotan, saat itu juga saya
berusaha untuk sedikit mundur menjauh agar bayangan saya tak mengganggu, agar
ia mendapat kebahagian lebih banyak. Karna cara lain untuk bahagia adalah
membuat orang lain bahagia (:
Dalam hubungan asmara juga. Orang yang populer
tentu akan lebih mudah menaklukan hati seseorang dibanding orang yang tak
populer. Pria yang memiliki potensi untuk menjadi populer seperti pemain musik
atau atlet bulu tangkis, basket, futsal atau tenis meja sekalipun, akan lebih
mudah menaklukan hati perempuan daripada pria yang suka menulis blog. hehe
Menjadi orang pertama yang diajak untuk berbahagia
juga termasuk dari sekian kelebihan menjadi orang populer. Sedangkan saya
adalah tipe orang yang tak diingatpun tak apa-apa atau menjadi opsi terakhir
bagi seseorang untuk diajak berbahagia setelah orang pertama, kedua, ketiga dan
seterusnya tak bisa. Tapi, seberapapun tak enaknya menjadi orang tak diingat,
lebih tak enak menjadi orang yang dilupakan. Sebab, Tak diingat itu temporer,
sedang dilupakan itu permanen.
Tak mudah memang menjadi orang yang tak populer, kita harus terbiasa untuk mengapresiasi orang lain tanpa meminta diapresiasi balik. Bagi saya, saya tak peduli tak disorot dan tak dianggap selama bisa membuat orang lain bahagia. Saya tak peduli menjadi tidak populer jika memang membuat orang lain bisa lebih populer. Tapi sayangnya, menjadi tidak populer bukanlah pilihan yang populer bagi banyak orang. (: