29 December 2014

Sayangnya, Menjadi Tidak Populer Bukanlah Pilihan Yang Populer



Kepopuleran selalu menjadi angan dan impian bagi setiap orang. Semua orang ingin populer, ingin terkenal. Saya yakin itu. Karna kepopuleran dapat mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi seseorang. Dipuja-puja adalah adalah salah satu bagian dari menjadi populer.

Dulu, saya juga ingin menjadi terkenal, menjadi populer. Dapat dilihat dari perangai saya dimasa lalu. Mulai dari menggunakan pakaian yang kurang wajar saat kuliah semester satu, sengaja datang terlambat saat mata kuliah pramuka agar berdiri didepan, sengaja bertingkah laku yang aneh, sampai ikut komunitas stand up comedy saat stand up comedy mulai mendapat tempat dikalangan masyarakat indonesia (itu pun mentok sampai jadi penjual tiketnya doang). Jelas bukan, semua itu saya lakukan biar mendapat sorotan lebih banyak.

Namun seiring bertambahnya usia, semakin rasionalnya saya dalam menyikapi banyak hal. Sadar tak memiliki cukup atribut untuk menjadi populer dan menyadari tak memiliki kelebihan apapun juga membuat saya lebih memilih untuk menjadi penunjang seseorang untuk dan agar lebih populer. Dan semenjak itu juga saya mulai menanggalkan impian untuk menjadi populer.

Ada banyak dari orang disekitar saya (dalam hal ini orang yang saya kenal) yang merasa lebih bahagia saat menjadi populer dan menjadi pusat perhatian, saat mendapat apresiasi lebih, saat berada dalam sorotan yang lebih banyak, saat menjadi pemeran utama dikehidupan sekitarnya. Dengan alasan itu juga kenapa banyak orang lebih memilih menjadi artis, menjadi Atlet, ataupun menjadi selebtwit. Karena anda tidak akan mendapatkan sebuah kepopuleran dan apresiasi lebih jika memilih menjadi wartawan, kameramen, apalagi pengangguran yang hobinya menulis blog. Hehe

Berangkat dari banyaknya orang haus akan kebahagian, saat ada teman yang sedang berada dalam sorotan, saat itu juga saya berusaha untuk sedikit mundur menjauh agar bayangan saya tak mengganggu, agar ia mendapat kebahagian lebih banyak. Karna cara lain untuk bahagia adalah membuat orang lain bahagia (:

Dalam hubungan asmara juga. Orang yang populer tentu akan lebih mudah menaklukan hati seseorang dibanding orang yang tak populer. Pria yang memiliki potensi untuk menjadi populer seperti pemain musik atau atlet bulu tangkis, basket, futsal atau tenis meja sekalipun, akan lebih mudah menaklukan hati perempuan daripada pria yang suka menulis blog. hehe

Menjadi orang pertama yang diajak untuk berbahagia juga termasuk dari sekian kelebihan menjadi orang populer. Sedangkan saya adalah tipe orang yang tak diingatpun tak apa-apa atau menjadi opsi terakhir bagi seseorang untuk diajak berbahagia setelah orang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya tak bisa. Tapi, seberapapun tak enaknya menjadi orang tak diingat, lebih tak enak menjadi orang yang dilupakan. Sebab, Tak diingat itu temporer, sedang dilupakan itu permanen.

Tak mudah memang menjadi orang yang tak populer, kita harus terbiasa untuk mengapresiasi orang lain tanpa meminta diapresiasi balik. Bagi saya, saya tak peduli tak disorot dan tak dianggap selama bisa membuat orang lain bahagia. Saya tak peduli menjadi tidak populer jika memang membuat orang lain bisa lebih populer. Tapi sayangnya, menjadi tidak populer bukanlah pilihan yang populer bagi banyak orang. (:

No comments:

Post a Comment