Di zaman seperti sekarang,
semuanya terlihat sangat mudah. Bahkan untuk urusan paling absurd, Cinta. Ya
teknologi benar-benar membuat orang mudah jatuh cinta. Dengan sekali mention,
teman gue bisa langsung suka dengan mamang penjual es. Dengan saling nge-wall
di facebook, dua orang bisa langsung jatuh cinta. Zaman sekarang juga sepertinya
membuat orang jelek lebih mudah dapat pacar. Contohnya, kadang orang yang
merebut gebetan seseorang mukanya lebih seram dari komodo. Mungkin ini yang
disebut dengan cinta itu buta. Cinta itu nggak ngeliat. Ya cinta nggak akan
ngeliat lo, kalo lo jelek, dan nggak bakal ngeliat lo, kalo lo miskin. Dizaman
sekarang juga, banyak wanita yang mencari pria mapan, pria yang duitnya nggak
abis-abis, pria yang sempurna. Kalo ada cewek yang kayak gitu, gue saranin
jangan pacaran sama manusia, sob. Manusia itu tempatnya salah, manusia itu
nggak ada yang sempurna. Kalo ada cewek yang kayak gitu, gue saranin pacaran
aja sama mesin ATM. Kenapa ngomongin wanita dan kesempurnaan ? bodo amat !!!
Sebagai pria jelek, selama
sekolah SMA, gue nggak pernah dilirik cewek. Bahkan gue nggak pernah punya
kesempatan buat kenalan sama cewek cantik dan populer. Maka dari itu, gue
merasa sangat terbantu dengan makin banyaknya penyedia layanan berbasis
pertemanan. Lewan blog, gue bisa membagikan cerita aneh gue, dan bodohnya itu
diterima sama wanita-wanita cantik. Lewat twitter, gue bisa dekat dengan orang
yang dulu cuma bisa gue kagumi lewat balik pintu dan jendela kelas. Lucu ya,
bagaimana kita dipertemukan dengan seseorang. Mungkin ini yang disebut,
dipertemukan dengan orang yang tepat ditempat yang tepat. Meski begitu, tetap
saja gue susah dapat pacar. Gue sebenarnya lebih suka susah tidur daripada
susah dapat pacar. Rata-rata orang yang suka dengan gue itu, karna
cerita-cerita konyol gue, bukan karna gue sebagai manusia. Pernah gue dekat
sama cewek, dan si cewek menganggap gue adalah penulis bodoh yang harus
terlihat bodoh dalam suatu hubungan. Gue, sebagai penulis komedi, mungkin gue
memang harus terlihat bodoh dan selalu melawak bagi orang lain. Tapi untuk
suatu hubungan, gue adalah orang yang serius. Untuk orang yang nerima gue
seperti itu dan nggak berekspektasi gue untuk selalu melawak, sudah cukup buat
gue. Bagi gue suatu hubungan percintaan itu seperti memakai sepatu, harus
nyaman dan pas di-kaki, meski menurut orang sepatu yang kita pakai itu nggak
bagus. Tapi kan yang make kita juga ? sama kaya suatu hubungan, meski orang
lain bilang nggak cocok, tapi yang jalanin kan kita.
Sebagai lelaki jelek juga, gue
sering banget ditolak sama wanita. Selama hidup pun gue merasa, gue yang selalu
naksir duluan sama cewek. Nggak pernah ada kayaknya cewek yang naksir duluan.
Gue biasanya Cuma butuh waktu beberapa menit, buat jatuh cinta sama seseorang.
Bahkan gue sempat jatuh cinta dengan cewek karna baru ngeliat behelnya. Absurd
memang, dan biasanya hal itu membuat gue susah tidur. Gue selalu memikirkan dia,
bahkan saat ditoilet, dan kampretnya biasanya cewek itu jaga jarak dan akhirnya
balik kanan. Kalaupun ada yang naksir duluan, pasti orang itu diam aja dan
ujung-ujungnya dia jaga jarak dan balik kanan. Kadang mencari pasangan sama
seperti membuat sebuah judul, harus tepat dihati.