9 June 2012

CALON MAHASISWA YANG BODOH


Mama memaksa gue untuk ikut pendaftaran PGSD UNLAM gelombang satu. Dengan bermodal nekad dan ke-sok tau-an gue, akhirnya gue berangkat sendirian. Sekitar jam 9.30 pagi gue nyampe diUnlam. Hampir satu jam gue mencari tempat pendaftaran tersebut. Karna gue udah nggak tahan dengan ini, akhirnya gue nanya sama orang. Setelah diberi tahu, gue pin langsung menuju tempat itu dan mendaftar. Hal pertama yang terlintas saat itu adalah “buseeeeet luas banget, dan wanitanya unyu abis”

Tes pertama yang harus diikuti adalah tes tinggi dan berat badan, sama buta warna. Agak lumayan lama gue menunggu, tiba-tiba perut gue mules. Saat nama gue dipanggil, gue panas dingin dan juga belakangan ini gue suka pusing. Gue juga nggak tau belakangan ini suka pusing, mual, demam, mungkin ini faktor dari terlalu banyak patah hati, kasih tak sampai atau faktor penuaan dini. Saat gue berdiri ditempat pengukur tinggi badan itu, panitianya bilang “MINGKEM BAR !”. Sontak yang denger pada ketawa. Gue yang bodoh atau panitianya ini, yang jelas ini untuk ngukur tinggi badan dan nggak ada hubungannya dengan mingkem atau nggak.

Setelah tes itu gue disuruh ketempat kedua, untuk ngambil momer rekening (FYI : bayar pendaftarannya lewat bank). Saat gue mau kebank ada yang nepok gue.

“mau ke bank ya ?” tanya dia dengan sedikit gugup.

“hooh, kebank juga ? sekalian bareng aja yuk” jawab gue sambil senyum.

“lo tau tempat bank nya ?”

Gue diam bentar gue berfikir, anak ini mempunyai problem yang sama kaya gue. Disini lah ke-sok tau-an gue bekerja. Seumur-umur gue nggak pernah ke kampus ini, apalagi Bank nya.

“TAU... LO NGGAK TAU ? UDAH IKUTIN GUE AJA” JAWAB GUE MANTAP

Kita langsung berangkat dengan ide licik dikepala gue. Jalan menuju bank yang seharusnya tinggal lurus dan belok kanan dikit. dan hanya butuh waktu 3 menit, karna gue sok tau. gue bikin lebih ribet. Gue masuk-masuk kefakultas-fakultas teknik, gue keluar kampus. gue masuk komplek dan perkampungan. Gue berharap dia kehausan. Dan 15 menit kemudian, dia terlihat agak kesal sama gue.

“woy, banknya dimana ? kita ni handak kemana ?


Karna gue kasian, gue bilang dengan jujur kalau gue sebenarnya nggak tau. Dan anehnya orang ini malah ketawa lebar. Bego memang. Kita pun memutuskan untuk balik lagi kekampus tersebut dan nanya sama orang yang tau. Beberapa menit kemudian kami sudah berada di Bank PGSD dengan selamat. Setelah itu kami pun kenalan dan gue tau namanya Hidayat. Hidayat ini adalah jenis manusia berwajah tampan dan gak suka ngomong titit. wajahnya yang tampan gue kira nggak ada gunanya. Tapi, ternyata sangat bermanfaat ! Waktu itu karna kita nggak tau caranya membayar. Gue pun memcoba bertanya pada seorang cewe yang kayaknya juga mau bayar. Gue nanya gimana caranya “eh, meanu nih kayamana ?” tanya gue sambil menunjukan kertas itu. Dia malah bengong melompong... beberapa detik kemudian dia masih bengong... tiba-tiba dayat yang nanya, pertanyaannya pun sama kaya gue, gadis itu menjawab dengan sigap dan menjelaskan secara detail. Dari situ gue berfikir kalau wajah itu bisa membuat orang bengong tiba-tiba.


Sekitar jam 11an gue kembali ketempat pendaftaran untuk ngambil formulir. Oiya, gue kepisah sama Hidayat karna katanya dia mau nunggu temennya. Setelah gue ngambil formulir, gue ngisi ditempat tunggu. Setelah ngisi formulir, gue disuruh nunggu lagi buat tes terakhir yaitu tes wawancara. Gue nunggu ditempat yang udh disediain tadi. Disamping gue ada dua orang laki-laki yang satu muda, keren, gagah, besar, tinggi dan yang kedua tua, agak berkerut, dan suka cengengesan. Mungkin mereka ini bapak sama anak yang lagi nunggu juga. Mereka suka ketawa nggak jelas, dan ketawa terbahak-bahak pula. Ah, memang anak sama bapak ini sangat aneh.


Tiba saatnya nama gue dipanggil. Gue masuk ketempat wawancara itu. Kebetulan yang mewawancarai gue waktu itu adalah seorang ibu-ibu.


“Selamat siang, dari fotonya terlihat lebih tua dan jelek ya...” kata dia ketus


“hehehe tapi aslinya muda dan cakep kan bu ?...” gue menjawab dengan optimis.


“aslinya makin tua dan sangat jelek”


Gue pelototin ibu itu


“ok, kenapa jadi memilih PGSD ? kenapa nggak PG-PAUD atau yang lain ?”


“itu panggilan jiwa bu, saya suka sama anak-anak. Saya mempunyai wajah yang unyu seperti anak-anak SD. Saya suka bicara dan berharap dengan menjadi guru SD sifat suka berbicara saya dapat tersalurkan dengan baik” jawab gue mantap panjang lebar.


“kamu ada mendaftar selain di PGSD ini ?


“ada. Saya mendaftar di fakultas Teknik informatika dan juga saya mendaftar diJPOK sam stikes muhamadiah. Jadi saya sih, oke oke aja kalo nggak lulus disini bu. Masih banyak yang mau menampung saya. Emas tetap emas bu meski dicelupin kelumpur. Jadi saya tetap berkualitas walau kuliah dimanapun , paling yang menyesal nanti yang pernah menolak saya bu. So, kembali lagi ke ibu nya mau nerima atau nggak” jawab gue asal. Niatnya agar ibu itu agak ciut.


“kamu pernah ikut organisasi-organisasi disekolah dan terus hobi kamu apa ?” ibu itu bertanya lagi


Orang disamping gue ini senyu-senyum mulu. Oiya karna waktu tes wawancara ini, langsung dua dan waktu itu gue duduk sam cewe.


“saya sih nnggak pernah ikut –ikut kaya gituan bu. Saya nggak suka berorganisasi. Saya lebih suka melakukan sendiri. Hobi saya menulis bu meski tulisan saya nggak lebih bagus dari anak SD.”


“terus apa kamu punya prestasi dibidang menulis itu ?


“saya nggak suka prestasi bu. Saya juga benci sama orang yang dalam hidupnya hanya mengejar prestasi, pasti hidupnya flat banget. Cuma sekedar memberitahukan doang sih, kemarin saya baru saja membuat sebuah buku elektronik alias ebook bu. Dan respon dari masyarakat sangat bagus bu. Kalau ibu mau baca tinggal mention saja bu di akun twitter saya @AkbarMaulidi. Dari situ kalau mau ngobrol bisa atau kalau mau tahu lebih jau tentang say juga bisa bu.” Gue menyerocos dan mengeluarkan apa yang ada diotak gue.


“pertanyaan terakhir, apa yang akan kamu lakukan bila tidak diterima disini ?”


“saya sih santai aja, saya akan menjual buku saya dan mencoba mendaftar lagi tahun depan tapi sih saya yakin tahun depan saya sudah berada dikampus yang berbeda.”


Dari situ gue berfikir, “hebat banget gue bisa berimajinasi sejauh itu”. Setelah itu gue pulang dan datang lagi nanti tanggal 16 juli buat tes tertulis.

No comments:

Post a Comment