Mama memaksa gue untuk ikut pendaftaran PGSD UNLAM gelombang
satu. Dengan bermodal nekad dan ke-sok tau-an gue, akhirnya gue berangkat
sendirian. Sekitar jam 9.30 pagi gue nyampe diUnlam. Hampir satu jam gue
mencari tempat pendaftaran tersebut. Karna gue udah nggak tahan dengan ini,
akhirnya gue nanya sama orang. Setelah diberi tahu, gue pin langsung menuju
tempat itu dan mendaftar. Hal pertama yang terlintas saat itu adalah “buseeeeet
luas banget, dan wanitanya unyu abis”
Tes pertama yang harus diikuti adalah tes tinggi dan berat
badan, sama buta warna. Agak lumayan lama gue menunggu, tiba-tiba perut gue
mules. Saat nama gue dipanggil, gue panas dingin dan juga belakangan ini gue
suka pusing. Gue juga nggak tau belakangan ini suka pusing, mual, demam, mungkin
ini faktor dari terlalu banyak patah hati, kasih tak sampai atau faktor penuaan
dini. Saat gue berdiri ditempat pengukur tinggi badan itu, panitianya bilang
“MINGKEM BAR !”. Sontak yang denger pada ketawa. Gue yang bodoh atau panitianya
ini, yang jelas ini untuk ngukur tinggi badan dan nggak ada hubungannya dengan
mingkem atau nggak.
Setelah tes itu gue disuruh ketempat kedua, untuk ngambil
momer rekening (FYI : bayar pendaftarannya lewat bank). Saat gue mau kebank ada
yang nepok gue.
“mau ke bank ya ?” tanya dia dengan sedikit gugup.
“hooh, kebank juga ? sekalian bareng aja yuk” jawab gue
sambil senyum.
“lo tau tempat bank nya ?”
Gue diam bentar gue berfikir, anak ini mempunyai problem yang
sama kaya gue. Disini lah ke-sok tau-an gue bekerja. Seumur-umur gue nggak pernah
ke kampus ini, apalagi Bank nya.
“TAU... LO NGGAK TAU ? UDAH IKUTIN GUE AJA” JAWAB GUE MANTAP
Kita langsung berangkat dengan ide licik dikepala gue.
Jalan menuju bank yang
seharusnya tinggal lurus dan belok kanan dikit. dan hanya butuh waktu 3 menit,
karna gue sok tau. gue bikin lebih ribet. Gue masuk-masuk kefakultas-fakultas
teknik, gue keluar kampus. gue masuk komplek dan perkampungan. Gue berharap dia
kehausan. Dan 15 menit kemudian, dia terlihat agak kesal sama gue.
“woy, banknya dimana ? kita ni handak
kemana ?
Karna gue kasian, gue bilang dengan jujur
kalau gue sebenarnya nggak tau. Dan anehnya orang ini malah ketawa lebar. Bego
memang. Kita pun memutuskan untuk balik lagi kekampus tersebut dan nanya sama
orang yang tau. Beberapa menit kemudian kami sudah berada di Bank PGSD dengan
selamat. Setelah itu kami pun kenalan dan gue tau namanya Hidayat. Hidayat ini
adalah jenis manusia berwajah tampan dan gak suka ngomong titit. wajahnya yang
tampan gue kira nggak ada gunanya. Tapi, ternyata sangat bermanfaat ! Waktu itu
karna kita nggak tau caranya membayar. Gue pun memcoba bertanya pada seorang
cewe yang kayaknya juga mau bayar. Gue nanya gimana caranya “eh, meanu nih
kayamana ?” tanya gue sambil menunjukan kertas itu. Dia malah bengong
melompong... beberapa detik kemudian dia masih bengong... tiba-tiba dayat yang
nanya, pertanyaannya pun sama kaya gue, gadis itu menjawab dengan sigap dan
menjelaskan secara detail. Dari situ gue berfikir kalau wajah itu bisa membuat
orang bengong tiba-tiba.
Sekitar jam 11an gue kembali ketempat
pendaftaran untuk ngambil formulir. Oiya, gue kepisah sama Hidayat karna
katanya dia mau nunggu temennya. Setelah gue ngambil formulir, gue ngisi
ditempat tunggu. Setelah ngisi formulir, gue disuruh nunggu lagi buat tes
terakhir yaitu tes wawancara. Gue nunggu ditempat yang udh disediain tadi.
Disamping gue ada dua orang laki-laki yang satu muda, keren, gagah, besar,
tinggi dan yang kedua tua, agak berkerut, dan suka cengengesan. Mungkin mereka
ini bapak sama anak yang lagi nunggu juga. Mereka suka ketawa nggak jelas, dan
ketawa terbahak-bahak pula. Ah, memang anak sama bapak ini sangat aneh.
Tiba saatnya nama gue dipanggil. Gue masuk
ketempat wawancara itu. Kebetulan yang mewawancarai gue waktu itu adalah
seorang ibu-ibu.
“Selamat siang, dari fotonya terlihat
lebih tua dan jelek ya...” kata dia ketus
“hehehe tapi aslinya muda dan cakep kan bu
?...” gue menjawab dengan optimis.
“aslinya makin tua dan sangat jelek”
Gue pelototin ibu itu
“ok, kenapa jadi memilih PGSD ? kenapa
nggak PG-PAUD atau yang lain ?”
“itu panggilan jiwa bu, saya suka sama
anak-anak. Saya mempunyai wajah yang unyu seperti anak-anak SD. Saya suka
bicara dan berharap dengan menjadi guru SD sifat suka berbicara saya dapat
tersalurkan dengan baik” jawab gue mantap panjang lebar.
“kamu ada mendaftar selain di PGSD ini ?
“ada. Saya mendaftar di fakultas Teknik
informatika dan juga saya mendaftar diJPOK sam stikes muhamadiah. Jadi saya
sih, oke oke aja kalo nggak lulus disini bu. Masih banyak yang mau menampung
saya. Emas tetap emas bu meski dicelupin kelumpur. Jadi saya tetap berkualitas
walau kuliah dimanapun , paling yang menyesal nanti yang pernah menolak saya
bu. So, kembali lagi ke ibu nya mau nerima atau nggak” jawab gue asal. Niatnya
agar ibu itu agak ciut.
“kamu pernah ikut organisasi-organisasi
disekolah dan terus hobi kamu apa ?” ibu itu bertanya lagi
Orang disamping gue ini senyu-senyum mulu.
Oiya karna waktu tes wawancara ini, langsung dua dan waktu itu gue duduk sam
cewe.
“saya sih nnggak pernah ikut –ikut kaya
gituan bu. Saya nggak suka berorganisasi. Saya lebih suka melakukan sendiri.
Hobi saya menulis bu meski tulisan saya nggak lebih bagus dari anak SD.”
“terus apa kamu punya prestasi dibidang
menulis itu ?
“saya nggak suka prestasi bu. Saya juga
benci sama orang yang dalam hidupnya hanya mengejar prestasi, pasti hidupnya
flat banget. Cuma sekedar memberitahukan doang sih, kemarin saya baru saja
membuat sebuah buku elektronik alias ebook bu. Dan respon dari masyarakat
sangat bagus bu. Kalau ibu mau baca tinggal mention saja bu di akun twitter
saya @AkbarMaulidi. Dari situ kalau mau ngobrol bisa atau kalau mau tahu lebih
jau tentang say juga bisa bu.” Gue menyerocos dan mengeluarkan apa yang ada
diotak gue.
“pertanyaan terakhir, apa yang akan kamu
lakukan bila tidak diterima disini ?”
“saya sih santai aja, saya akan menjual
buku saya dan mencoba mendaftar lagi tahun depan tapi sih saya yakin tahun
depan saya sudah berada dikampus yang berbeda.”
Dari situ gue berfikir, “hebat banget gue
bisa berimajinasi sejauh itu”. Setelah itu gue pulang dan datang lagi nanti
tanggal 16 juli buat tes tertulis.
No comments:
Post a Comment