9 June 2012

CEK DULU, BARU MARAH !


Siang itu gue nyasar ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah Rifky. Rifky adalah teman main gue. Gue kerumahnya untuk meminta bantuannya menyettings modem yang gue miliki. Sebelumnya gue pernah kerumah Rifky. Tapi, ingatan gue tentang jalan cukup buruk. Karena tak tahan dengan kenyasaran ini, gue pun meng-sms-nya,

“eh, aku nyasar nah. Udah 1 jam keliling-keliling nyari rumahmu. Tapi tetep aja nyasar nah. Kasih alamat lengkapmu dong !”

Cukup lama Rifky membalas sms itu dan sekalinya membalas, balasannya adalah,

“HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!! GOBLOK LO, BAR!!!!!”

Sungguh balasan yang sangat tidak membantu.

Gue kembali mencari rumah Rifky dengan insting. Gue kembali mengingat-ingat bentuk rumah Rifky. Rumahnya minimalis. Entah kebetulan atau tidak, tapi setelah gue mengingat-ingat bentuk rumahnya, disamping, gue melihat rumah yang serupa.

Perlahan gue ketuk pintu rumah itu. Keluarlah sesosok bapak-bapak.

Bapak : ada apa ya ?

Gue : ini rumah Rifky ?

Bapak : Rifky siapa ?

Gue : Rifky anak bapak.

Bapak : saya gak punya anak, mas.

Gue : serius bapak gak punya anak yang namanya Rifky ?

Bapak : udah saya bilang kalau saya gak punya anak !

Gue : bapak kok nggak punya anak ?

Bapak : MAS NGELEDEK SAYA ?!!!

Gue : *kabur*

Makin lama gue makin frustasi. Gue kembali meminta alamat lengkap Rifky dan kali ini dia memberi dengan benar . namun, meski telah diberi petunjuk dengan alamat lengkap, tetap saja gue nyasar. Kali ini gue ikhlas kalian mau bilang gue bodoh.

Setelah setengah jam mencari, akhirnya gue berhasil menemukan rumah Rifky. Gue memberikan laptop dan modem gue. Dia berjanji pekerjaannya akan selesai lebih dari dua jam.

Ternyata benar, dua jam kemudian Rifky telah menyelesaikan pekerjaannya. Modem gue katanya sudah bener. Tapi, ternyata ada sedikit masalah. Laptop gue nggak bisa pakai paket internet. Hanya bergantung pada wifi. Sedangkan wifi hanya ada di tempat-tempat tertentu. Dan sebagai remaja yang sangat kecanduan internet, itu cukup menyusahkan.

Ketika daftar paket internet. Gagal lagi. berkali-kali gue coba dan tetap gagal. Kesal, gue pun menelpon costomer service operatornya.

Mbak-mbak CS : *suaranya ramah* selamat siang, ada yang bisa dibantu ?

Gue : *dengan nada tinggi*  MBAK, APA-APAAN INI SAYA GAK BISA DAFTAR PAKET INTERNET ?! GIMANA NIH ! JANGAN NGECEWAIN PELANGGAN DONG !

Mbak-mbak CS : *suaranya masih ramah* sebentar ya, mas. Saya cek dulu. Sebelumnya, saya sedang berbicara dengan mas siapa ya ?

Gue : *masih dengan nada tinggi* NAMA SAYA AKBAR ! CEPAT MBAK, SAYA LAGI KESAL NIH!!!

*jeda sekitar 18 detik*

Mbak-mbak CS : *suaranya tetap ramah* mas akbar...

Gue : *tetap dengan nada tinggi* APA MBAK ? SAYA MASIH KESAL NIH !!!

Mbak-mbak CS : *menahan tawa* mas, pulsa mas itu kosong. Jadi tidak bisa daftar paket internet.

Gue : *matiin telpon*

Sampai sekarang gue masih merasa berdosa dengan Mbak-mbak CS itu. Maafkan aku ya, mbak. Aku terbawa emosi.

No comments:

Post a Comment