Siang itu gue nyasar ketika
sedang dalam perjalanan menuju rumah Rifky. Rifky adalah teman main gue. Gue
kerumahnya untuk meminta bantuannya menyettings modem yang gue miliki.
Sebelumnya gue pernah kerumah Rifky. Tapi, ingatan gue tentang jalan cukup buruk.
Karena tak tahan dengan kenyasaran ini, gue pun meng-sms-nya,
“eh, aku nyasar nah. Udah 1 jam
keliling-keliling nyari rumahmu. Tapi tetep aja nyasar nah. Kasih alamat
lengkapmu dong !”
Cukup lama Rifky membalas sms
itu dan sekalinya membalas, balasannya adalah,
“HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!! GOBLOK
LO, BAR!!!!!”
Sungguh balasan yang sangat
tidak membantu.
Gue kembali mencari rumah Rifky
dengan insting. Gue kembali mengingat-ingat bentuk rumah Rifky. Rumahnya
minimalis. Entah kebetulan atau tidak, tapi setelah gue mengingat-ingat bentuk
rumahnya, disamping, gue melihat rumah yang serupa.
Perlahan gue ketuk pintu rumah
itu. Keluarlah sesosok bapak-bapak.
Bapak : ada apa ya ?
Gue : ini rumah Rifky ?
Bapak : Rifky siapa ?
Gue : Rifky anak bapak.
Bapak : saya gak punya anak,
mas.
Gue : serius bapak gak punya
anak yang namanya Rifky ?
Bapak : udah saya bilang kalau
saya gak punya anak !
Gue : bapak kok nggak punya anak
?
Bapak : MAS NGELEDEK SAYA ?!!!
Gue : *kabur*
Makin lama gue makin frustasi.
Gue kembali meminta alamat lengkap Rifky dan kali ini dia memberi dengan benar
. namun, meski telah diberi petunjuk dengan alamat lengkap, tetap saja gue
nyasar. Kali ini gue ikhlas kalian mau bilang gue bodoh.
Setelah setengah jam mencari,
akhirnya gue berhasil menemukan rumah Rifky. Gue memberikan laptop dan modem
gue. Dia berjanji pekerjaannya akan selesai lebih dari dua jam.
Ternyata benar, dua jam kemudian
Rifky telah menyelesaikan pekerjaannya. Modem gue katanya sudah bener. Tapi,
ternyata ada sedikit masalah. Laptop gue nggak bisa pakai paket internet. Hanya
bergantung pada wifi. Sedangkan wifi hanya ada di tempat-tempat tertentu. Dan
sebagai remaja yang sangat kecanduan internet, itu cukup menyusahkan.
Ketika daftar paket internet.
Gagal lagi. berkali-kali gue coba dan tetap gagal. Kesal, gue pun menelpon
costomer service operatornya.
Mbak-mbak CS : *suaranya ramah*
selamat siang, ada yang bisa dibantu ?
Gue : *dengan nada tinggi* MBAK, APA-APAAN INI SAYA GAK BISA DAFTAR
PAKET INTERNET ?! GIMANA NIH ! JANGAN NGECEWAIN PELANGGAN DONG !
Mbak-mbak CS : *suaranya masih
ramah* sebentar ya, mas. Saya cek dulu. Sebelumnya, saya sedang berbicara
dengan mas siapa ya ?
Gue : *masih dengan nada tinggi*
NAMA SAYA AKBAR ! CEPAT MBAK, SAYA LAGI KESAL NIH!!!
*jeda sekitar 18 detik*
Mbak-mbak CS : *suaranya tetap
ramah* mas akbar...
Gue : *tetap dengan nada tinggi*
APA MBAK ? SAYA MASIH KESAL NIH !!!
Mbak-mbak CS : *menahan tawa*
mas, pulsa mas itu kosong. Jadi tidak bisa daftar paket internet.
Gue : *matiin telpon*
Sampai sekarang gue masih merasa
berdosa dengan Mbak-mbak CS itu. Maafkan aku ya, mbak. Aku terbawa emosi.
No comments:
Post a Comment