16 June 2012

CITA-CITA BUKAN MERTUA !!!


Akhirnya ulangan umum datang juga ya ?. Ajang dimana banyak siswa yang mendadak ingat Tuhan dan mendadak mentraktir siswa-siswa pintar agar mereka diberi contekan. Dan beberapa hari sebelum ulangan umum, gue mendengar banyak siswa yang ketakutan. Ah, cemen kalian semua !!! ulangan umum itu mengasyikan, kawan. Jika ditiadakan.

            Gue juga bingung mengapa semalam sebelum ulangan umum dimulai banyak siswa yang mendadak menjadi rajin belajar, atau disebut juga “sistem kebut semalam”. Padahal, dikitab suci saja tidak ada perintah belajar untuk ulangan umum. Untuk siswa yang belajar keras semalaman, segeralah bertaubat.

            Kita tinggalkan sejenak tentangulangan umum, mari kita beralih keSNMPTN. Dalam mengerjakan soal-soal SNMPTN tahun ini, gue, sih, percaya pada kemapuan otak gue sendiri... dan kemampuan google. Namun, walaupun begitu, tetap saja gue pusing dan stress karena SNMPTN ini. Dan pusing serta stress itu pun dibuat semakin menjadi karena orang-orang disekitar gue.

            Gue masih bisa nerima jika mereka mengatur neraca keuangan dan penampilan gue. Tapi, gue tidak bisa nerima kalau dia sudah mengatur cita-cita gue.

Meraka : nanti kamu mau kerja apa ?

Gue : aku mau jadi penulis

Mereka : gak boleh! Kamu harus kerja kantoran!

Gue : aku nggak mau kerja kantoran. Ini cita-cita aku dari kecil. Aku harus jadi penulis!

Mereka : kalau mau jadi penulis, nanti anak kamu dikasih makan apa ?

Gue : kalau nanti anakknya bebek, aku kasih makan dedak dia!!

Selain kejadian diatas, cita-cita gue juga sering diragukan oleh teman gue. Mereka bilang,

“memang bisa hidup kalau jadi penulis ?”

Well, selama menulisnya tidak iseng menusukkan tombak kejantung, gue rasa semua akan baik-baik saja.

Gue ingat, dulu, sewaktu John Lennon masih remaja, bibinya berkata,

“gitar memang oke John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu.”

Dan ketika John sudah sukses, dia mengirimkan bibinya plakat emas bertulisan kata-kata itu.

Jadi, jangan pedulikan omongan orang yang meragukan cita-citamu. Sekalipun itu adalah orang terdekat. Jadilah manusia yang berani. Berani mengambil resiko dan kebahagiaan dari sebuah impian.

No comments:

Post a Comment