Akhirnya
ulangan umum datang juga ya ?. Ajang dimana banyak siswa yang mendadak ingat
Tuhan dan mendadak mentraktir siswa-siswa pintar agar mereka diberi contekan.
Dan beberapa hari sebelum ulangan umum, gue mendengar banyak siswa yang
ketakutan. Ah, cemen kalian semua !!! ulangan umum itu mengasyikan, kawan. Jika
ditiadakan.
Gue
juga bingung mengapa semalam sebelum ulangan umum dimulai banyak siswa yang
mendadak menjadi rajin belajar, atau disebut juga “sistem kebut semalam”.
Padahal, dikitab suci saja tidak ada perintah belajar untuk ulangan umum. Untuk
siswa yang belajar keras semalaman, segeralah bertaubat.
Kita
tinggalkan sejenak tentangulangan umum, mari kita beralih keSNMPTN. Dalam
mengerjakan soal-soal SNMPTN tahun ini, gue, sih, percaya pada kemapuan otak
gue sendiri... dan kemampuan google. Namun, walaupun begitu, tetap saja gue
pusing dan stress karena SNMPTN ini. Dan pusing serta stress itu pun dibuat
semakin menjadi karena orang-orang disekitar gue.
Gue
masih bisa nerima jika mereka mengatur neraca keuangan dan penampilan gue.
Tapi, gue tidak bisa nerima kalau dia sudah mengatur cita-cita gue.
Meraka : nanti kamu mau kerja
apa ?
Gue : aku mau jadi penulis
Mereka : gak boleh! Kamu harus
kerja kantoran!
Gue : aku nggak mau kerja
kantoran. Ini cita-cita aku dari kecil. Aku harus jadi penulis!
Mereka : kalau mau jadi penulis,
nanti anak kamu dikasih makan apa ?
Gue : kalau nanti anakknya
bebek, aku kasih makan dedak dia!!
Selain kejadian diatas,
cita-cita gue juga sering diragukan oleh teman gue. Mereka bilang,
“memang bisa hidup kalau jadi
penulis ?”
Well, selama menulisnya tidak
iseng menusukkan tombak kejantung, gue rasa semua akan baik-baik saja.
Gue ingat, dulu, sewaktu John
Lennon masih remaja, bibinya berkata,
“gitar memang oke John, tapi
kamu tidak bisa hidup dari itu.”
Dan ketika John sudah sukses,
dia mengirimkan bibinya plakat emas bertulisan kata-kata itu.
Jadi, jangan pedulikan omongan
orang yang meragukan cita-citamu. Sekalipun itu adalah orang terdekat. Jadilah
manusia yang berani. Berani mengambil resiko dan kebahagiaan dari sebuah
impian.
No comments:
Post a Comment