26 September 2014

Oksimoron Sesungguhnya



Namanya adalah Muhammad Wahyu dan Wahyudinoor. Bukan, mereka bukanlah dua orang kembar. Mereka berdua adalah teman saya dikampus yang memiliki nama panggilan sama, yaitu Wahyu. Memirip-miripkan mereka berdua adalah perbuatan yang tak bisa dimaafkan. Karna mudah sekali membedakan keduanya. Mereka berdua lebih hitam dan putih dari hitam putih itu sendiri.

Wahyu wakil –sebutan untuk Muhammad Wahyu. Karna dia wakil ketua kelas- mudah sekali dikenali. memiliki tubuh yang menjulang tinggi membuatnya dapat dikenali meski dari jarak yang jauh. Sedangkan wahyu aman –entah kenapa teman-teman saya memanggilnya begitu- memiliki tubuh yang tidak setinggi wahyu wakil dan agak sedikit bungkuk. Dari cara bicarapun, mereka berbeda. Wahyu wakil tidak bisa menyebut kata yang ada huruf “R”. Sedang wahyu aman amat sangat kental dengan aksen hulu sungainya. Selain itu, dari segi kebiasaanpun mereka tidak sama. Wahyu wakil adalah tipe orang yang jarang atau telat masuk kelas dan suka tidak membawa tas saat kekampus. Sedang, wahyu aman adalah kebalikkannya. Dia selalu datang lebih awal dari kebanyakan mahasiswa lain. Dia selalu masuk kelas dan aktif dalam mata kuliah apa saja.

Meski sangat berbeda, tapi bukan berarti mereka tidak bisa akur. Dalam banyak hal mereka sangat cocok dan serasi. Mereka berdua bukanlah seperti air dan api. Tapi lebih mirip seperti mor dan baut. Berbeda bentuk namun saling membutuhkan. Saat wahyu wakil kekurangan materi kuliah karna ketinggalan kelas, wahyu aman pasti dengan sigapnya membantu wahyu wakil dengan cara meminjamkan catatan yang sangat lengkap. Mungkin lebih lengkap dari apa yang disampaikan dosen itu sendiri. Atau saat Wahyu aman dibully oleh teman-teman, maka apakah wahyu wakil akan menolongnya ? nggak lah, dia juga akan ngebully lah !

Dari sini sudah dapat dilihat perbedaan keduanya. Kelebihan wahyu aman bisa dibilang ada di bidang akademiknya, sedang wahyu wakil memiliki kelebihan dibidang lain, seperti olahraga dan musik. Wahyu terkenal bisa bernyanyi dengan menggunakan gitarnya. Dalam hal musikpun, dia memiliki selera yang cukup bagus. Tapi jangan pernah sekali-kali mencoba menyuruh Wahyu aman untuk bernyanyi. Percayalah itu akan membuat anda mengutuk diri sendiri seumur hidup. Jika ada penyuka musik rock, indie atau aliran bawah tanah yang lain, saya sarankan untuk tidak berdiskusi tentang musik dengan Wahyu aman. Kenapa ? karna baginya ST12 itu keren, kangen band itu asik, musiknya sangat easylistening katanya. Jadi silahkan anda simpulkan sendiri mengapanya.

Pertama kali berbincang dengan Wahyu wakil, kesan pertama yang didapat pasti dia adalah orang yang mudah bergaul, mengingat dia sering mendominasi setiap perbincangan. Sedangkan kesan yang timbul saat pertama kali melihat Wahyu aman ialah sederhana. Ya, kesan itu yang pasti pertama kali muncul saat melihat cara berpakaiannya yang mempersetankan tampilan.

Tak ada maksud khusus sebenarnya menuliskan mereka berdua terlebih mengingat belakangan ini saya suka mendokumentasikan orang-orang lewat tulisan. Tapi bagi saya pertemanan Wahyu wakil dan Wahyu aman lebih dari sekedar pertemanan. Mereka berdua layaknya sebuah majas Oksimoron dalam pertemanan. Bagaimana dua anak manusia yang sangat berbeda dapat berteman baik adalah hal yang luar biasa. Sebuah pertemanan yang jarang ditemukan dewasa ini.

Mereka adalah contoh yang baik untuk kalian yang sering sekali kehilangan teman karna cuma tidak sepaham, bagi kalian yang suka dijauhi teman karna egois, dan bagi kalian yang sering tak mau berteman dengan orang yang tak selevel.

Dua wahyu ini akan sangat nyambung saat mereka berdua ngobrol tentang kehidupan sehari-hari. Wahyu wakil dengan segala pengalamannya dan begitu juga wahyu aman.

Seperti sebuah majas oksimoron yang hanya dapat hidup justru karna perlawanan kata dan tak bisa hidup jika salah satu lawan katanya tak ada, pertemanan mereka berdua juga tidak akan istimewa andai memiliki banyak kesamaan. Perbedaan yang mencoloklah yang justru menjadi ciri khas keduanya.

25 September 2014

The Duo Bandits : Anomali Manusia Biasa

Batman Dan Robin adalah dua karakter super hero dalam serial dc comic. mereka adalah dua rekan yang saling melengkapi satu sama lain. saat ada kejahatan di kota Gotham, mereka membasminya dengan cara yang lebih kompak dari dua pemain bulu tangkis yang pernah meraih medali olimpiade. sebuah keniscyaan jika ada robin, pasti ada batman.

dalam beberapa kasus di kehidupan, cerita karakter Batman dan Robin bukan lah barang yang sulit ditemui. seperti partner Jokowi-Ahok yang paling terkenal belakangan ini, atau dua racun -entah kenapa saya menulis dua racun- yang paling jelek sekali pun. namun jika kita runtut lebih jauh kebelakang, jauh sebelum terciptanya karakter Batman dan Robin, kita sudah mengenal sosok Soekarno-Hatta, yang lebih dari sekedar pahlawan. Soekarno-Hatta adalah dua pahlawan sekaligus partner yang saling memenuhi ruang kosong dalam diri masing-masing. Soekarno dengan kepemimpinannya yang tegas, mampu dilengkapi oleh Moh. Hatta dengan kesederhanaan dan kedewasaannya.

terlepas dari tokoh-tokoh tersebut, saya juga punya teman seperti Batman dan Robin -bahkan untuk kasus yang ini mereka berdua adalah antihero-. Namanya, Rahmadie dan Irfane(nama samaran). saya pertama kali kenal dua orang ini saat awal-awal kuliah atau sekitar dua tahun lalu. waktu pertama kenal, tak pernah membayangkan jika mereka akan lebih licik dari sweaper dalam kartun dora the explorer. sebab, waktu awal kuliah, mereka terlihat pendiam dan awalnya mereka bukan teman akrab. entah bagaimana ceritanya mereka bisa jadi rekan yang baik, yang jelas rahmadie dan irfane bagai dua makhluk yang tercipta memang harus berkerja sama. betapa liciknya mereka terlihat dari aksi-aksi kejahatan yang sering mereka lakukan terhadap teman sekelas. membully teman sampai memasukkan kaleng botol bekas minuman kedalam tas teman adalah kejahatan yang lebih jahat dari menipu pedagang kaki lima dengan uang palsu.

seperti dua karakter komik diatas, rahmadie dan irfane juga sangat kompak, tentu dalam hal melakukan kejahatan. kejahatan yang mereka berdua lakukan sangat terstruktur, sistematik dan masif. memasukkan sampah kedalam tas tanpa diketahui sang pemilik tas mungkin adalah pekerjaan yang cukup sulit bagi kebanyakan orang, tapi tidak untuk mereka berdua. sangat halus.

biasanya mereka berdua menggunakan teknik talk and action saat mengerjai para korbannya. talk and action ialah teknik dimana salah satu diantara pelaku mengajak korbannya untuk berbincang. selagi si pelaku melakukan perbincangan ngalor ngidul, pelaku satunya akan beraksi dikelengahan korban yang perhatiannya sudah dialihkan. sekali lagi kerja sama sangat diperlukan disini.

sketsa :

sketsa kejahatan 1 :

rahmadie : *memengang botol minuman yang dapat dari bak sampah. seolah-olah itu miliknya*

irfane : *dengan tampang pura-pura tidak tahu, mencoba meminta minuman tersebut*

korban : *minta minuman juga* minta minum madie.

irfane : nah ikam dulu ja minum.

korban : *minum dengan nikmatnya*

sketsa kejahatan 2 :

rahmadie : ei ikam kayapa habar ? pebila makan sampah ?

korban : baik aja kenapa ? kenapa makan sampah ? ikam rancak kah ?

*saat korban lengah*

irfane : *memasukkan sampah kedalam tas korban*.

mungkin kejahatan mereka berdua sulit dimaafkan, tapi tak perlu lah kita terlalu mengutuk mereka. sebab karna orang-orang seperti mereka lah perkuliahan jadi tidak membosankan. kadang kita sibuk mencitrakan diri sebagai yang terbaik tanpa ada cacat, tapi kadang juga kita lupa kalau segala hal yang sempurna dan remeh-temehnya membuat kita muak dan bosan. kita bosan mendengar janji anggota dpr yang tak kunjung terealisasi. kita butuh orang-orang seperti irfane dan rahmadie dengan semua kelicikkannya. seperti dalam permainan sepak bola, kita sudah terlalu capek melihat Ronaldo yang selalu membuat gol atau Messi dengan semua trophy-nya, kita butuh hiburan Balotelli, kita butuh egoisnya Ibrahimovic dan kita butuh culasnya Suarez.

berikut adalah link yang youtube tentang kejahatan mereka di kelas yang sempat saya abadikan, --> the duo bandits

Lebih Dari Sekedar Juru Cerita



Kampus tidak lagi hanya sekedar kampus. Banyak hal yang dapat dilakukan didalamnya. Mulai dari jadi tempat nongkrong, jadi tempat pacaran, sampai jadi tempat parkir kendaraan doang. Kampus tidak lagi cuma sebagai tempat para mahasiswa menuntut ilmu. Tapi lebih dari itu, Kampus sudah menjadi tempat bertemunya kaka tingkat yang hendak melakukan skill modus dengan adik tingkat yang masih lugu.

Mengenai hal yang terakhir, saya memiliki teman yang sangat pandai sekali melakukan skill modus. Ganang Pujianto namanya. Teman saya yang berperawakkan tidak tinggi ini, senang sekali modus. Sepertinya, jika seandainya ada orang yang bertanya kepadanya dengan pertanyaan “apa hobi kamu ?”, maka besar kemungkinan dia akan menjawab “berbuat modus”.

Pria yang memiliki paras wajah mirip Jarwo Kwat ini adalah tipe orang yang suka sekali bercerita. Bercerita tentang apa saja. Politik ? sudah menjadi makanannya. Tetang modus ? ah, dia lah ahlinya !. Tapi, dari banyaknya cerita yang dia bagi kepada saya dan teman-teman kampus saya, cerita tentang wanita lah yang –sepertinya- menjadi cerita favoritnya. Tentu cerita dia dengan para wanitanya. Selalu ada pengalaman dia bersama wanita yang dengan senang hati dibagi kepada kami teman-temannya yang juga dengan senang hati mendengarkan Ganang bercerita.

Pernah, Ganang bercerita tenang dia yang selalu dipandangi oleh seorang gadis cantik. Hanya karna foto gadis tersebut saya edit bersama foto ganang. Padahal sang gadis tak pernah melihat foto tersebut. Hebat bukan ? Ganang juga pernah bercerita tentang perempuan yang rela mengejarnya di jalan raya hanya demi untuk mendapatkan nomor handphone ganang. Luar biasa ! belum melakukan apa-apa saja ganang sudah dikejar-kejar para gadis.

Mendengarkan banyak ceritanya membuat saya mau tak mau harus membandingkan dengan cerita-cerita di ftv. Kalau cerita-cerita di ftv seperti apa sih ? paling tentang cowok tabrakan dengan perempuan kutu buku saat berjalan dikampus. Pada saat pandangan pertama itu, biasanya si cowok akan jatuh cinta. Atau yang lebih kodian -pasaran- seperti si cowok awalnya benci dengan si cewek yang menjadi musuhnya dikehidupan. Tapi seiring berjalannya waktu, seperti yang sudah bisa ditebak, si cowok pada akhirnya akan jatuh hati dengan si cewek. Dan endingnya yang lebih mudah ditebak daripada mood seorang perempuan saat PMS.

Namun cerita ganang dengan segala pengalamannya, berbeda. kekhilafan saya membandingkannya dengan ftv membuat saya sangat berdosa. Cerita ganang harusnya mendapatkan piala oscar. Cerita ganang adalah sebuah film hollywood dengan segala kemegahan dan keistimewaan alur ceritanya. Drama korea saja akan minder melihat kisah hidup Ganang dengan para perempuannya. Kisahnya jauh lebih rumit dari rumus yang dipakai untuk memperkirakan cuaca pada satu hari.

******

Pada satu waktu, hujan turun dengan cukup derasnya diwilayah Kayu Tangi dan sekitarnya. Cukup untuk menahan saya berlama-lama dikampus. Kebetulan saat itu juga ada Ganang. Ditengah hujan yang deras tersebutlah, Ganang memulai dongengnya. Beruntung, saya sempat mengabadikan salah satu kisah hidup Ganang ini lewat sebuah rekaman di handphone saya. Sebelum saya lanjutkan, sebaiknya sediakan lah tisu. Karna kisah yag satu ini jelas lebih perih dari luka yang ditaburi dengan garam.

Waktu itu, Ganang masih smp. Masih ganteng dan tampan –sekarangpun masih ganteng dan tampan kok- dia memiliki pacar. Si pacar sangat sayang dengan Ganang. Namun dengan santainya Ganang memutuskan hubungan mereka. Karna Ganang lebih suka dengan kakak si pacar, tanpa memperdulikan perasaan si pacar. Aaah, jiwa playboy Ganang memang berkelas. Tak mau main api dengan orang lain Ganang lebih memilih main api dengan kaka si pacar. Lebih menantang katanya. Luar biasa !

Si perempuan pun hanya bisa pasrah melihat hubungannya dengan pangeran pujaan hati harus berakhir seperti itu. Beberapa tahun kemudian, setelah menjalani hidup mereka masing-masing. Ganang bertemu lagi dengan si mantan. Tidak hanya dengan mantan, tapi juga dengan kaka si mantan.

Dengan entengnya dia bilang pada dua kakak beradik tersebut “siapa pacar sekarang ? ya mudah-mudahan baik-baik aja, nggak kaya aku yang masih terus mencari”.

Beeh, mendengar cerita tersebut, saya mendapatkan sebuah pemikiran, bila yang lalu biar lah berlalu, menjadi usang dan hilang tertutup oleh cerita-cerita baru. Karna pada dasarnya kita terlalu membesar-besarkan sebuah kegagalan dan terlalu berkubang didalamnya. Belajarlah dari Ganang yang dengan mudahnya memutuskan sebuah hubungan sambil terus percaya kalau kehidupan adalah sebuah arus yang dinamis dan optimis dihubungan yang berikutnya pasti lebih baik.

perempuan adalah makhluk yang rumit dengan segala keganjilannya. Jika anda ingin bertanya-tanya masalah perempuan, saya sarankan bertanyalah kepada orang yang benar-benar tepat. Yaitu dengan Ganang Pujianto. Coba saja tanyakan nama perempuan di kampus saya dengan Ganang. Dia pasti menyebut nama perempuan tersebut dengan jelas dan benar. Tentu dibumbui dengan pengalamannya bersama perempuan tersebut.

Lelaki kelahiran 1992 ini seperti sudah cukup banyak makan asam garam dalam dunia perempuan  dan seluk beluknya. Dengan adanya Presiden terpilih yang baru, saya sangat berharap, teman saya, Ganang, dengan segala kelebihannya dapat diangkat menjadi seorang Menteri dalam kabinet Presiden baru Indonesia. Menteri Pemberdayaan Perempuan mungkin cocok untuknya. Dengan semua kapasitas yang Ganang miliki  rasanya adalah sebuah tindakkan tak terhormat jika hanya dijadikan sebagai juru cerita di kampus !

8 September 2014

Cerita Tiga Sahabat

menurut saya, semakin sering kita berkomunikasi dengan orang, semakin dalam kita terjebak dalam sebuah hubungan. dan berteman banyak mengajarkan saya tentang cara mengetahui sifat dan tingkah laku seseorang. 

dikampus, ada 3 orang mahasiswa yang menurut saya tingkat keterhubungannya sudah dalam level yang parah. mereka (harus) saling beketergatungan satu sama lain. bisa dibilang mereka satu geng. sebut saja mereka oknum A1, A2, A3 (nama mereka diawali huruf A sih). mereka bertiga adalah teman kampus saya sejak semester 1. kebetulan, dengan secara tidak sengaja mereka bertiga memiliki otak yang hampir sama. membandingkan dengan warkop dki, membuat tiga sahabat saya ini jadi terlihat lebih dramatis.

pertama ada oknum A1. oknum A1 ini hebat menurut saya, karna tidak jarang mulutnya jauh lebih berguna dari otaknya. apa yang dia bicarakan selalu terlihat benar. dan hinaan kepada teman yang lain terlalu cepat untuk dipikir oleh orang lain. tapi saat presentasi tugas kuliah, mulutnya mendadak kelu, entah kenapa. mungkin kebanyakan minum spiritus campur soda. atau kebanyakan merokok yang menyebabkan otaknya mendadak dipenuhi asap saat lagi dalam tekanan.

sedang oknum A2 juga tak kalah hebat, memiliki kulit sawo matang dengan perawakan yang tambun tak membuat dia merdeka seutuhnya. A2 selalu kena sasaran hinaan dari oknum A1. saat oknum A2 dihina, oknum A2 ini langsung mengeluarkan kata-kata mutiaranya. dia seakan tak pernah kehabisan kata-kata mutiara yang membuatnya terlihat lebih dizolimi dari ras kulit hitam di afrika selatan saat hukum apartheid. sepertinya dia miliki kata-kata galau lebih banyak dibanding alat-alat yang pernah keluar dari kantong ajaib doraemon. dan kita sepertinya tahu pekerjaan yang cocok dengannya adalah jadi motivator.

kalau oknum A3, dia berperan sebagai penyeimbang digeng tersebut menurut saya. kalau dua karakter diatas terlihat bagai kucing dan anjing, sedangkan oknum A3 ini layaknya burung hantu. yang bisa memiliki sifat 180 derjat. kadang dia membantu oknum A1 untuk mengolok-olok oknum A2, tapi tak jarang juga dia bahu-membahu dengan oknum A2 untuk melawan oknum A1. memiki mata yang lebih sangar dari burung hantu, menandakan kalau dia adalah orang yang sering begadang. entah apa yang dia lakukan, mungkin berjudi bola online (semoga anda percaya).

olok-olokan adalah hal yang wajar bagi mereka, bahkan kalau tidak melihat mereka saling mengolok rasanya ada yang aneh. ada yang kurang rasanya. persentase olokan mereka pun tak menentu. kadang brutal, kadang kalem. olok-olokan mereka berkisar pada perempuan, fisik dan nilai studi. biasanya olok-olokan tiga sahabat ini diakhiri dengan adu pukul atau si oknum A2 merajuk dan mengeluarkan kata-kata mutiaranya yang terkenal itu.

berikut ada beberapa sketsanya :

sketsa saat A2 dihina :
 
oknum A1 : cieee cieee kepalanya lempak. kawa dipasang usb hahaha...
oknum A2 : tak ada manusia nih yang sempurna...
oknum A1 : .......

sketsa saat bicara bola :

oknum A1 : umaaa mata oknum A3, kuliah ja guring tarus.
oknum A3c : napang ? emyu kalah malam tadi.


sketsa saat mereka akur :

oknum A1,A2,A3 : *merokok dibalkon kampus*

setidaknya selain dapat menyebabkan kanker, rokok dapat membuat mereka akur.

berbicara soal pertemanan mereka, untuk ranah yang satu ini, saya perlu acungi jempol buat mereka bertiga. hubungan pertemanan tiga sahabat ini membuat lagu sahabat sejati dari Sheila On 7 menjadi terlihat tak ada apa-apanya. dari telat masuk kelas bareng, sampai kegep merokok hanyalah sedikit kisah dari kebersamaan mereka.

pernah salah satu dari mereka ketahuan merokok diparkiran oleh dosen yang killer, dan alhasil celana oknum A1 sampai robek karna gugup dimarahi si dosen killer.

dari sekian banyak aktivitas bersama yang mereka lakukan, titip absen adalah kebiasaan yang paling manusiawi. kalau "titip absen" dapat dibilang sebuah kebaikan, maka saya rasa kegiatan "titip absen" menjadi penyumbang pahala terbesar bagi mereka bertiga. saat satu diantara mereka tidak hadir, maka dua diantara mereka akan mengabsenkan meski tanda tangannya beda jauh, lebih jauh dari kalimantan-jawa.

kini, sudah dua tahun lebih mereka berteman semenjak perkenalan pertama mereka di semester satu. banyak cerita yang mereka bagi, banyak kisah hidup yang dilalui, banyak obrolan yang telah diucap. dari banyaknya obrolan yang terucap, tak jarang mereka mendadak bijak dan penuh renungan.

saat itu disuatu siang yang cerah, ditengah kebosanan yang melanda, saya menaiki anak tangga kampus untuk menuju kelas saya di lantai dua. didepan kelas, tiga teman saya ini sedang duduk dibangku panjang. dari jarak yang lumayan jauh saya mendengar cerita mereka. mereka hanyut dalam cerita mereka sendiri, cerita yang tak jauh dari masa depan. dengan asyiknya mereka menghitung untung ruginya punya anak 1, punya anak 2, punya istri 1, punya istri 2. dengan syahdunya mereka merancang strategi menjadi bapak keluarga yang baik. memperkirakan usia yang pas untuk nikah, punya anak dan kerja. hebatnya, mereka sampai dapat menyusun biaya yang akan digunakan untuk menikah kelak. kalau umur sekian berapa, kalau sama janda berapa, kalau umur sigini berapa. hebat, saya salut ! tentu juga cerita tentang bagaimana pertemanan mereka yang akan tetap terjalin meski memiliki keluarga masing-masing dengan masalah keluarga masing-masing.

obrolan-obrolan tentang masa depan ini membuat mereka mendadak jadi sosok yang patut menjadi inspirasi buat anak muda yang hatinya lebih rapuh dari bohlam neon.

seperti kisah pertemanan pada umumnya, tak jarang mereka berselisih. tapi perselisihan tersebut hanyalah jadi bumbu penyedap didalam hubungan pertemanan mereka. perselisihan yang membuat ketiganya jadi lebih dewasa dalam bertidak dan menyikapi perbedaan. dengan berakhirnya tulisan ini, saya harap ketiga teman saya ini tetap menjadi tiga sahabat dengan segala keburukkan dan kebaikkannya, seperti yang mereka obrolkan tentang masa depan dan menjadi tua.