Batman Dan Robin adalah dua karakter super hero dalam serial dc comic. mereka adalah dua rekan yang saling melengkapi satu sama lain. saat ada kejahatan di kota Gotham, mereka membasminya dengan cara yang lebih kompak dari dua pemain bulu tangkis yang pernah meraih medali olimpiade. sebuah keniscyaan jika ada robin, pasti ada batman.
dalam beberapa kasus di kehidupan, cerita karakter Batman dan Robin bukan lah barang yang sulit ditemui. seperti partner Jokowi-Ahok yang paling terkenal belakangan ini, atau dua racun -entah kenapa saya menulis dua racun- yang paling jelek sekali pun. namun jika kita runtut lebih jauh kebelakang, jauh sebelum terciptanya karakter Batman dan Robin, kita sudah mengenal sosok Soekarno-Hatta, yang lebih dari sekedar pahlawan. Soekarno-Hatta adalah dua pahlawan sekaligus partner yang saling memenuhi ruang kosong dalam diri masing-masing. Soekarno dengan kepemimpinannya yang tegas, mampu dilengkapi oleh Moh. Hatta dengan kesederhanaan dan kedewasaannya.
terlepas dari tokoh-tokoh tersebut, saya juga punya teman seperti Batman dan Robin -bahkan untuk kasus yang ini mereka berdua adalah antihero-. Namanya, Rahmadie dan Irfane(nama samaran). saya pertama kali kenal dua orang ini saat awal-awal kuliah atau sekitar dua tahun lalu. waktu pertama kenal, tak pernah membayangkan jika mereka akan lebih licik dari sweaper dalam kartun dora the explorer. sebab, waktu awal kuliah, mereka terlihat pendiam dan awalnya mereka bukan teman akrab. entah bagaimana ceritanya mereka bisa jadi rekan yang baik, yang jelas rahmadie dan irfane bagai dua makhluk yang tercipta memang harus berkerja sama. betapa liciknya mereka terlihat dari aksi-aksi kejahatan yang sering mereka lakukan terhadap teman sekelas. membully teman sampai memasukkan kaleng botol bekas minuman kedalam tas teman adalah kejahatan yang lebih jahat dari menipu pedagang kaki lima dengan uang palsu.
seperti dua karakter komik diatas, rahmadie dan irfane juga sangat kompak, tentu dalam hal melakukan kejahatan. kejahatan yang mereka berdua lakukan sangat terstruktur, sistematik dan masif. memasukkan sampah kedalam tas tanpa diketahui sang pemilik tas mungkin adalah pekerjaan yang cukup sulit bagi kebanyakan orang, tapi tidak untuk mereka berdua. sangat halus.
biasanya mereka berdua menggunakan teknik talk and action saat mengerjai para korbannya. talk and action ialah teknik dimana salah satu diantara pelaku mengajak korbannya untuk berbincang. selagi si pelaku melakukan perbincangan ngalor ngidul, pelaku satunya akan beraksi dikelengahan korban yang perhatiannya sudah dialihkan. sekali lagi kerja sama sangat diperlukan disini.
sketsa :
sketsa kejahatan 1 :
rahmadie : *memengang botol minuman yang dapat dari bak sampah. seolah-olah itu miliknya*
irfane : *dengan tampang pura-pura tidak tahu, mencoba meminta minuman tersebut*
korban : *minta minuman juga* minta minum madie.
irfane : nah ikam dulu ja minum.
korban : *minum dengan nikmatnya*
sketsa kejahatan 2 :
rahmadie : ei ikam kayapa habar ? pebila makan sampah ?
korban : baik aja kenapa ? kenapa makan sampah ? ikam rancak kah ?
*saat korban lengah*
irfane : *memasukkan sampah kedalam tas korban*.
mungkin kejahatan mereka berdua sulit dimaafkan, tapi tak perlu lah kita terlalu mengutuk mereka. sebab karna orang-orang seperti mereka lah perkuliahan jadi tidak membosankan. kadang kita sibuk mencitrakan diri sebagai yang terbaik tanpa ada cacat, tapi kadang juga kita lupa kalau segala hal yang sempurna dan remeh-temehnya membuat kita muak dan bosan. kita bosan mendengar janji anggota dpr yang tak kunjung terealisasi. kita butuh orang-orang seperti irfane dan rahmadie dengan semua kelicikkannya. seperti dalam permainan sepak bola, kita sudah terlalu capek melihat Ronaldo yang selalu membuat gol atau Messi dengan semua trophy-nya, kita butuh hiburan Balotelli, kita butuh egoisnya Ibrahimovic dan kita butuh culasnya Suarez.
berikut adalah link yang youtube tentang kejahatan mereka di kelas yang sempat saya abadikan, --> the duo bandits
No comments:
Post a Comment