8 September 2014

Cerita Tiga Sahabat

menurut saya, semakin sering kita berkomunikasi dengan orang, semakin dalam kita terjebak dalam sebuah hubungan. dan berteman banyak mengajarkan saya tentang cara mengetahui sifat dan tingkah laku seseorang. 

dikampus, ada 3 orang mahasiswa yang menurut saya tingkat keterhubungannya sudah dalam level yang parah. mereka (harus) saling beketergatungan satu sama lain. bisa dibilang mereka satu geng. sebut saja mereka oknum A1, A2, A3 (nama mereka diawali huruf A sih). mereka bertiga adalah teman kampus saya sejak semester 1. kebetulan, dengan secara tidak sengaja mereka bertiga memiliki otak yang hampir sama. membandingkan dengan warkop dki, membuat tiga sahabat saya ini jadi terlihat lebih dramatis.

pertama ada oknum A1. oknum A1 ini hebat menurut saya, karna tidak jarang mulutnya jauh lebih berguna dari otaknya. apa yang dia bicarakan selalu terlihat benar. dan hinaan kepada teman yang lain terlalu cepat untuk dipikir oleh orang lain. tapi saat presentasi tugas kuliah, mulutnya mendadak kelu, entah kenapa. mungkin kebanyakan minum spiritus campur soda. atau kebanyakan merokok yang menyebabkan otaknya mendadak dipenuhi asap saat lagi dalam tekanan.

sedang oknum A2 juga tak kalah hebat, memiliki kulit sawo matang dengan perawakan yang tambun tak membuat dia merdeka seutuhnya. A2 selalu kena sasaran hinaan dari oknum A1. saat oknum A2 dihina, oknum A2 ini langsung mengeluarkan kata-kata mutiaranya. dia seakan tak pernah kehabisan kata-kata mutiara yang membuatnya terlihat lebih dizolimi dari ras kulit hitam di afrika selatan saat hukum apartheid. sepertinya dia miliki kata-kata galau lebih banyak dibanding alat-alat yang pernah keluar dari kantong ajaib doraemon. dan kita sepertinya tahu pekerjaan yang cocok dengannya adalah jadi motivator.

kalau oknum A3, dia berperan sebagai penyeimbang digeng tersebut menurut saya. kalau dua karakter diatas terlihat bagai kucing dan anjing, sedangkan oknum A3 ini layaknya burung hantu. yang bisa memiliki sifat 180 derjat. kadang dia membantu oknum A1 untuk mengolok-olok oknum A2, tapi tak jarang juga dia bahu-membahu dengan oknum A2 untuk melawan oknum A1. memiki mata yang lebih sangar dari burung hantu, menandakan kalau dia adalah orang yang sering begadang. entah apa yang dia lakukan, mungkin berjudi bola online (semoga anda percaya).

olok-olokan adalah hal yang wajar bagi mereka, bahkan kalau tidak melihat mereka saling mengolok rasanya ada yang aneh. ada yang kurang rasanya. persentase olokan mereka pun tak menentu. kadang brutal, kadang kalem. olok-olokan mereka berkisar pada perempuan, fisik dan nilai studi. biasanya olok-olokan tiga sahabat ini diakhiri dengan adu pukul atau si oknum A2 merajuk dan mengeluarkan kata-kata mutiaranya yang terkenal itu.

berikut ada beberapa sketsanya :

sketsa saat A2 dihina :
 
oknum A1 : cieee cieee kepalanya lempak. kawa dipasang usb hahaha...
oknum A2 : tak ada manusia nih yang sempurna...
oknum A1 : .......

sketsa saat bicara bola :

oknum A1 : umaaa mata oknum A3, kuliah ja guring tarus.
oknum A3c : napang ? emyu kalah malam tadi.


sketsa saat mereka akur :

oknum A1,A2,A3 : *merokok dibalkon kampus*

setidaknya selain dapat menyebabkan kanker, rokok dapat membuat mereka akur.

berbicara soal pertemanan mereka, untuk ranah yang satu ini, saya perlu acungi jempol buat mereka bertiga. hubungan pertemanan tiga sahabat ini membuat lagu sahabat sejati dari Sheila On 7 menjadi terlihat tak ada apa-apanya. dari telat masuk kelas bareng, sampai kegep merokok hanyalah sedikit kisah dari kebersamaan mereka.

pernah salah satu dari mereka ketahuan merokok diparkiran oleh dosen yang killer, dan alhasil celana oknum A1 sampai robek karna gugup dimarahi si dosen killer.

dari sekian banyak aktivitas bersama yang mereka lakukan, titip absen adalah kebiasaan yang paling manusiawi. kalau "titip absen" dapat dibilang sebuah kebaikan, maka saya rasa kegiatan "titip absen" menjadi penyumbang pahala terbesar bagi mereka bertiga. saat satu diantara mereka tidak hadir, maka dua diantara mereka akan mengabsenkan meski tanda tangannya beda jauh, lebih jauh dari kalimantan-jawa.

kini, sudah dua tahun lebih mereka berteman semenjak perkenalan pertama mereka di semester satu. banyak cerita yang mereka bagi, banyak kisah hidup yang dilalui, banyak obrolan yang telah diucap. dari banyaknya obrolan yang terucap, tak jarang mereka mendadak bijak dan penuh renungan.

saat itu disuatu siang yang cerah, ditengah kebosanan yang melanda, saya menaiki anak tangga kampus untuk menuju kelas saya di lantai dua. didepan kelas, tiga teman saya ini sedang duduk dibangku panjang. dari jarak yang lumayan jauh saya mendengar cerita mereka. mereka hanyut dalam cerita mereka sendiri, cerita yang tak jauh dari masa depan. dengan asyiknya mereka menghitung untung ruginya punya anak 1, punya anak 2, punya istri 1, punya istri 2. dengan syahdunya mereka merancang strategi menjadi bapak keluarga yang baik. memperkirakan usia yang pas untuk nikah, punya anak dan kerja. hebatnya, mereka sampai dapat menyusun biaya yang akan digunakan untuk menikah kelak. kalau umur sekian berapa, kalau sama janda berapa, kalau umur sigini berapa. hebat, saya salut ! tentu juga cerita tentang bagaimana pertemanan mereka yang akan tetap terjalin meski memiliki keluarga masing-masing dengan masalah keluarga masing-masing.

obrolan-obrolan tentang masa depan ini membuat mereka mendadak jadi sosok yang patut menjadi inspirasi buat anak muda yang hatinya lebih rapuh dari bohlam neon.

seperti kisah pertemanan pada umumnya, tak jarang mereka berselisih. tapi perselisihan tersebut hanyalah jadi bumbu penyedap didalam hubungan pertemanan mereka. perselisihan yang membuat ketiganya jadi lebih dewasa dalam bertidak dan menyikapi perbedaan. dengan berakhirnya tulisan ini, saya harap ketiga teman saya ini tetap menjadi tiga sahabat dengan segala keburukkan dan kebaikkannya, seperti yang mereka obrolkan tentang masa depan dan menjadi tua.

No comments:

Post a Comment