Namanya adalah Muhammad Wahyu dan Wahyudinoor.
Bukan, mereka bukanlah dua orang kembar. Mereka berdua adalah teman saya
dikampus yang memiliki nama panggilan sama, yaitu Wahyu. Memirip-miripkan mereka
berdua adalah perbuatan yang tak bisa dimaafkan. Karna mudah sekali membedakan
keduanya. Mereka berdua lebih hitam dan putih dari hitam putih itu sendiri.
Wahyu wakil –sebutan untuk Muhammad Wahyu. Karna
dia wakil ketua kelas- mudah sekali dikenali. memiliki tubuh yang menjulang
tinggi membuatnya dapat dikenali meski dari jarak yang jauh. Sedangkan wahyu
aman –entah kenapa teman-teman saya memanggilnya begitu- memiliki tubuh yang
tidak setinggi wahyu wakil dan agak sedikit bungkuk. Dari cara bicarapun, mereka berbeda. Wahyu
wakil tidak bisa menyebut kata yang ada huruf “R”. Sedang wahyu aman amat sangat kental
dengan aksen hulu sungainya. Selain itu, dari segi kebiasaanpun mereka tidak
sama. Wahyu wakil adalah tipe orang yang jarang atau telat masuk kelas dan suka
tidak membawa tas saat kekampus. Sedang, wahyu aman adalah kebalikkannya. Dia selalu
datang lebih awal dari kebanyakan mahasiswa lain. Dia selalu masuk kelas dan
aktif dalam mata kuliah apa saja.
Meski sangat berbeda, tapi bukan berarti mereka
tidak bisa akur. Dalam banyak hal mereka sangat cocok dan serasi. Mereka berdua
bukanlah seperti air dan api. Tapi lebih mirip seperti mor dan baut. Berbeda
bentuk namun saling membutuhkan. Saat wahyu wakil kekurangan materi kuliah
karna ketinggalan kelas, wahyu aman pasti dengan sigapnya membantu wahyu wakil
dengan cara meminjamkan catatan yang sangat lengkap. Mungkin lebih lengkap dari
apa yang disampaikan dosen itu sendiri. Atau saat Wahyu aman dibully oleh
teman-teman, maka apakah wahyu wakil akan menolongnya ? nggak lah, dia juga akan ngebully lah !
Dari sini sudah dapat dilihat perbedaan
keduanya. Kelebihan wahyu aman bisa dibilang ada di bidang akademiknya, sedang wahyu wakil
memiliki kelebihan dibidang lain, seperti olahraga dan musik. Wahyu terkenal
bisa bernyanyi dengan menggunakan gitarnya. Dalam hal musikpun, dia memiliki
selera yang cukup bagus. Tapi jangan pernah sekali-kali mencoba menyuruh Wahyu
aman untuk bernyanyi. Percayalah itu akan membuat anda mengutuk diri sendiri
seumur hidup. Jika ada penyuka musik rock, indie atau aliran bawah tanah yang
lain, saya sarankan untuk tidak berdiskusi tentang musik dengan Wahyu aman.
Kenapa ? karna baginya ST12 itu keren, kangen band itu asik, musiknya sangat
easylistening katanya. Jadi silahkan anda simpulkan sendiri mengapanya.
Pertama kali berbincang dengan Wahyu wakil,
kesan pertama yang didapat pasti dia adalah orang yang mudah bergaul, mengingat
dia sering mendominasi setiap perbincangan. Sedangkan kesan yang timbul saat
pertama kali melihat Wahyu aman ialah sederhana. Ya, kesan itu yang pasti
pertama kali muncul saat melihat cara berpakaiannya yang mempersetankan
tampilan.
Tak ada maksud khusus sebenarnya menuliskan
mereka berdua terlebih mengingat belakangan ini saya suka mendokumentasikan
orang-orang lewat tulisan. Tapi bagi saya pertemanan Wahyu wakil dan Wahyu aman
lebih dari sekedar pertemanan. Mereka berdua layaknya sebuah majas Oksimoron
dalam pertemanan. Bagaimana dua anak manusia yang sangat berbeda dapat berteman
baik adalah hal yang luar biasa. Sebuah pertemanan yang jarang ditemukan dewasa
ini.
Mereka adalah contoh yang baik untuk kalian yang
sering sekali kehilangan teman karna cuma tidak sepaham, bagi kalian yang suka
dijauhi teman karna egois, dan bagi kalian yang sering tak mau berteman dengan
orang yang tak selevel.
Dua wahyu ini akan sangat nyambung saat mereka
berdua ngobrol tentang kehidupan sehari-hari. Wahyu wakil dengan segala
pengalamannya dan begitu juga wahyu aman.
Seperti sebuah majas oksimoron yang hanya dapat
hidup justru karna perlawanan kata dan tak bisa hidup jika salah satu lawan
katanya tak ada, pertemanan mereka berdua juga tidak akan istimewa andai
memiliki banyak kesamaan. Perbedaan yang mencoloklah yang justru menjadi ciri
khas keduanya.
No comments:
Post a Comment