25 September 2014

Lebih Dari Sekedar Juru Cerita



Kampus tidak lagi hanya sekedar kampus. Banyak hal yang dapat dilakukan didalamnya. Mulai dari jadi tempat nongkrong, jadi tempat pacaran, sampai jadi tempat parkir kendaraan doang. Kampus tidak lagi cuma sebagai tempat para mahasiswa menuntut ilmu. Tapi lebih dari itu, Kampus sudah menjadi tempat bertemunya kaka tingkat yang hendak melakukan skill modus dengan adik tingkat yang masih lugu.

Mengenai hal yang terakhir, saya memiliki teman yang sangat pandai sekali melakukan skill modus. Ganang Pujianto namanya. Teman saya yang berperawakkan tidak tinggi ini, senang sekali modus. Sepertinya, jika seandainya ada orang yang bertanya kepadanya dengan pertanyaan “apa hobi kamu ?”, maka besar kemungkinan dia akan menjawab “berbuat modus”.

Pria yang memiliki paras wajah mirip Jarwo Kwat ini adalah tipe orang yang suka sekali bercerita. Bercerita tentang apa saja. Politik ? sudah menjadi makanannya. Tetang modus ? ah, dia lah ahlinya !. Tapi, dari banyaknya cerita yang dia bagi kepada saya dan teman-teman kampus saya, cerita tentang wanita lah yang –sepertinya- menjadi cerita favoritnya. Tentu cerita dia dengan para wanitanya. Selalu ada pengalaman dia bersama wanita yang dengan senang hati dibagi kepada kami teman-temannya yang juga dengan senang hati mendengarkan Ganang bercerita.

Pernah, Ganang bercerita tenang dia yang selalu dipandangi oleh seorang gadis cantik. Hanya karna foto gadis tersebut saya edit bersama foto ganang. Padahal sang gadis tak pernah melihat foto tersebut. Hebat bukan ? Ganang juga pernah bercerita tentang perempuan yang rela mengejarnya di jalan raya hanya demi untuk mendapatkan nomor handphone ganang. Luar biasa ! belum melakukan apa-apa saja ganang sudah dikejar-kejar para gadis.

Mendengarkan banyak ceritanya membuat saya mau tak mau harus membandingkan dengan cerita-cerita di ftv. Kalau cerita-cerita di ftv seperti apa sih ? paling tentang cowok tabrakan dengan perempuan kutu buku saat berjalan dikampus. Pada saat pandangan pertama itu, biasanya si cowok akan jatuh cinta. Atau yang lebih kodian -pasaran- seperti si cowok awalnya benci dengan si cewek yang menjadi musuhnya dikehidupan. Tapi seiring berjalannya waktu, seperti yang sudah bisa ditebak, si cowok pada akhirnya akan jatuh hati dengan si cewek. Dan endingnya yang lebih mudah ditebak daripada mood seorang perempuan saat PMS.

Namun cerita ganang dengan segala pengalamannya, berbeda. kekhilafan saya membandingkannya dengan ftv membuat saya sangat berdosa. Cerita ganang harusnya mendapatkan piala oscar. Cerita ganang adalah sebuah film hollywood dengan segala kemegahan dan keistimewaan alur ceritanya. Drama korea saja akan minder melihat kisah hidup Ganang dengan para perempuannya. Kisahnya jauh lebih rumit dari rumus yang dipakai untuk memperkirakan cuaca pada satu hari.

******

Pada satu waktu, hujan turun dengan cukup derasnya diwilayah Kayu Tangi dan sekitarnya. Cukup untuk menahan saya berlama-lama dikampus. Kebetulan saat itu juga ada Ganang. Ditengah hujan yang deras tersebutlah, Ganang memulai dongengnya. Beruntung, saya sempat mengabadikan salah satu kisah hidup Ganang ini lewat sebuah rekaman di handphone saya. Sebelum saya lanjutkan, sebaiknya sediakan lah tisu. Karna kisah yag satu ini jelas lebih perih dari luka yang ditaburi dengan garam.

Waktu itu, Ganang masih smp. Masih ganteng dan tampan –sekarangpun masih ganteng dan tampan kok- dia memiliki pacar. Si pacar sangat sayang dengan Ganang. Namun dengan santainya Ganang memutuskan hubungan mereka. Karna Ganang lebih suka dengan kakak si pacar, tanpa memperdulikan perasaan si pacar. Aaah, jiwa playboy Ganang memang berkelas. Tak mau main api dengan orang lain Ganang lebih memilih main api dengan kaka si pacar. Lebih menantang katanya. Luar biasa !

Si perempuan pun hanya bisa pasrah melihat hubungannya dengan pangeran pujaan hati harus berakhir seperti itu. Beberapa tahun kemudian, setelah menjalani hidup mereka masing-masing. Ganang bertemu lagi dengan si mantan. Tidak hanya dengan mantan, tapi juga dengan kaka si mantan.

Dengan entengnya dia bilang pada dua kakak beradik tersebut “siapa pacar sekarang ? ya mudah-mudahan baik-baik aja, nggak kaya aku yang masih terus mencari”.

Beeh, mendengar cerita tersebut, saya mendapatkan sebuah pemikiran, bila yang lalu biar lah berlalu, menjadi usang dan hilang tertutup oleh cerita-cerita baru. Karna pada dasarnya kita terlalu membesar-besarkan sebuah kegagalan dan terlalu berkubang didalamnya. Belajarlah dari Ganang yang dengan mudahnya memutuskan sebuah hubungan sambil terus percaya kalau kehidupan adalah sebuah arus yang dinamis dan optimis dihubungan yang berikutnya pasti lebih baik.

perempuan adalah makhluk yang rumit dengan segala keganjilannya. Jika anda ingin bertanya-tanya masalah perempuan, saya sarankan bertanyalah kepada orang yang benar-benar tepat. Yaitu dengan Ganang Pujianto. Coba saja tanyakan nama perempuan di kampus saya dengan Ganang. Dia pasti menyebut nama perempuan tersebut dengan jelas dan benar. Tentu dibumbui dengan pengalamannya bersama perempuan tersebut.

Lelaki kelahiran 1992 ini seperti sudah cukup banyak makan asam garam dalam dunia perempuan  dan seluk beluknya. Dengan adanya Presiden terpilih yang baru, saya sangat berharap, teman saya, Ganang, dengan segala kelebihannya dapat diangkat menjadi seorang Menteri dalam kabinet Presiden baru Indonesia. Menteri Pemberdayaan Perempuan mungkin cocok untuknya. Dengan semua kapasitas yang Ganang miliki  rasanya adalah sebuah tindakkan tak terhormat jika hanya dijadikan sebagai juru cerita di kampus !

No comments:

Post a Comment