Bebrapa minggu, gue masih jomblo. Tiap malam minggu tiba, gue hanya
berhibernasi dirumah sampai pagi.
Namun, malam minggu
malam minggu yang kelam itu tidak terjadi dimalam minggu gue kemarin. Karna gue
jalan sama cewek. Yoi, cewek. Sebagai seorang jomblo, jalan sama cewek dimalam
minggu itu nikmat banget. kalo gue ngeliat seorang cowok berjalan sendirian
dengan wajah yang lumayan ganteng, rasanya ingin mengatakan emmm.. mas, masih
jomblo, ya ? kasian… hahahahahaha
Tapi gue nggak
habis fikir ya kenapa tiap malam minggu gue sial mulu dan malam minggu kemaren
sialnya nggak nanggung-nanggung. Semaleman penuh !!! dan di postingan ini gue
akan membagi kesialan gue kepada kalian semua muahahahahahahaha
Oke,
sejelek-jeleknya seorang jomblo, akan merasa sangat tampan jika bisa jalan sama
cewek cantik. Dan gue jalan sama………….. kami berdua memutuskan untuk nonton
openmic dari stand up comedy bjm.
Sebelum menjemput
dia, gue kemini market dulu buat ngadem
plus minta parfum gratis. Pas gue mau nyoba-nyoba parfum, tiba-tiba di samping gue ada seorang ibu. Agar modus gue tidak terbongkar oleh
ibu ini, gue mengambil satu parfum dan menyemprotkannya ke badan gue. “Hmm… kurang pas sama selara saya” gumam gue, ibu itu tampak mendengar ocehan gue tadi. Gue ambil parfum kedua dan gue semprotkan lagi ke badan gue “Hmm… yang ini baunya kurang laki!” gue kembali bergumam. Gue ambil parfum ketiga dan gue semprotkan lagi “Hmm.. enak sih, tapi terlalu murah. Enggak jadi beli deh, nggak ada yang sesuai selera.” kemudian gue meninggalkan mini market itu.
Ibu-ibu itu tampak memerhatikan gue. Gue pasti terkesan seperti
lelaki macho yang mengerti banget masalah parfum. Padahal,
dalam kenyataannya, gue cuma lelaki yang bau badan
karena parfum gue habis dan kemini market
Cuma buat…. Ekhm, pakai parfum gratis.
Dijalan menuju rumahnya, gue
hamper menabrak truk yang berhenti mendadak karna lampu merah. Kan nggak elit
banget mati dimalam minggu dalam keadaan jomblo. Ketika hamper sampai rumahnya,
ternyata gang menuju rumahnya kena banjir yang tingginya hamper setengah meter.
Alhasil gue jemput dia ditengah genangan air. Romantis sih tapi nggak gitu-gitu
juga. Nah setelah gue jemput, kita jalan. Berhubung gue nggak tau jalan, jadi
dia yang member instruksi dan gue mengikuti. Entah gue yang bego atau dia yang
hebat menghasut, kita bukannya ketempat tujuan, malah muter-muter nggak jelas.
Udah gitu pas dijembatan kena macet karna orang lagi ngaspal jalan. Dijalan
juga kita ngata-ngatain orang, mulai dari ibu-ibu yang pake baju aneh, sampe bapak-bapak
yang standing pas dilampu merah. Kita
sampainya agak telat tapi acaranya belum mulai, cuma udah banyak orang disitu.
Oiya, waktu itu gue juga tampil, dan urutan kedelapan. Pas tampil, nggak tau
kenapa lebih gugup dari biasanya, banyak jokes yang gue lupa dan nggak kena
(padahal emang gue nggak lucu).
Sekitar jam 11, kita pulang. Dan
lagi-lagi kita muter nggak jelas, kita ngelewati truk sampah yang baunya
naudzubilah, kita ngelewati jalan sepi, sampai ngelewati sinar dodo. Balik lagi
jalan ramai, sampai akhirnya ban belakang kendaraan gue bocor. Bukannya panik,
kita malah tertawa kampret. Kita nyari tukang tambal, dia yang naik, gue yang
dorong. Gue cape, dia ketawa. Goblok. Di tempat penambalan tersebut, dia banyak
cerita, mulai dari orang yang pernah nolak gue, tentang gimana kedekatan dia
dengan mantan pacar yang pernah nolak gue, tentang orang yang meninggal dekat
rumah dia. Dan gue masih ingat secara detail semuanya, tentang gimana pupil
matanya membesar ketika membicarakan orang yang nolak gue, gimananya matanya
hampir tidak terlihat ketika ketawa. Gue masih ingat.
Dijalan pulang pun kita masih
kayak orang bego yang nggak tau kemana, sampai naik ketrotoar. Sekitar jam 12
lewat gue sampai mengantar kerumahnya. Dan dijalan pulang kerumah gue, gue
berfikir, mungkin ini yang disebut orang time warp(betul nggak sih), waktu yang
terasa begitu cepat ketika dengan orang yang tepat.
Momen-momen, romantic adalah
ketika orang yang kita suka bilang “makasih atas waktunya malam ini” tapi yang
ada, dia bilang “sial gue ikut lo dan kayaknya lo terlahir untuk sial hahaha”.
Nggak tau deh gue harus gembira atau ngajakin dia minum baygon bareng. Tapi
yang pasti kata-kata dia emang ada benarnya juga.
Tapi yang jelas, waktu itu, gue
baru merasakan yang namanya ketawa lepas, dan gue rasa dia juga. Gue belajar
satu hal, harusnya yang kita lakukan hanyalah mencari secuil kebahagian dari
banyaknya kebahagiaan-kebahagiaan yang ada. Dan bahagia versi hue adalah, lo
ketawa lepas.
Dari sini gue tahu, kalo
sebenarnya orang yang gue cari bukanlah orang yang harus sempurna, tapi cukup
orang yang bisa menikmati kesialan bareng gue dan mau menertawakan kesialan,
bersama.