Beberapa waktu lalu, gue naksir sama cewek. Nama cewek tersebut adalah
Reihani Maulida.
Awalnya,Jauh sebelum naksir beberapa bulan
lalu, gue udah dua tahun suka sama dia. Ya dua tahun, men. Dan 2 tahun bukanlah
waktu yang singkat. Dulu, sekitar tahun 2011, kita udah saling follow
ditwitter, tapi kampretnya akun gue diunfollow sama pacarnya waktu itu-_-
kampret emang. Dan sekarang ditahun 2013, gue baru berani follow dia lagi,
setelah status dia jadi single tentunya. Juga gue udah nunggu lama banget biar
bisa jadi followersnya yang ke 1998. Kenapa ? simpel, karna itu tahun
keliahiran dia. Yeah, usaha yang cukup keras demi hanya untuk sesuatu yang
tidak begitu masuk akal. Singkat kata, gue beranikan nulis(nembak dia) kalo gue
suka dia di blog gue. dan linknya gue kasih ke dia lewat directs message. Gue
masih ingat waktu itu gue nge-dm kayak gini
“eh ada
kamu loh disini à “linknya” (:”
Kampretnya dia Cuma bales
“eh kamu :’ ”
Balasan yang kurang kampret apa coba-_- karna udah terlanjur, gue
tanyain, jadi gimana ? katanya gue disuruh nunggu sampe bulan mei karna semua
alat komunikasinya di sita sama emaknya, karna mau focus ke UN. Sebagai cowo
yang sudah karatan jadi jomblo, ya gue nerima. Gue janji sama dia kalo gue akan
tetap nunggu dia.
Selang dua hari setelah itu, tepatnya hari sabtu, gue baca dari tweet
dia, kalo hapenya nggak jadi disita. Gue yang baca, langsung jingkrak-jingkrak
teriakan sampai hampir
ditabok nyokap gue :’). Malam minggunya, sebelum gue tampil openmic(acara stand
up comedy) dia ngementions gue, kalo blog gue bagus. Jujur, dapat mentions
kayak gitu aja membuat gue sumringah banget, dan saat gue tampil pun kaya tanpa
beban banget malam itu. Rasanya malam itu panggungnya emang disedian cuma buat
gue. setelah gue tampil, gue langsung bales, “jadi gimana ?”
Dia bilang dia akan
jawab besok. Gilaaaaaa men, malam itu gue nggak bisa berpikir lagi, gue nggak
bisa tidur dengan nyenyak. Hari yang ditunggu pun tiba, entah kenapa dia nggak
ada ngasih jawaban. Gue pikir dia sibuk, jadi gue tunggu sampai sore, masih
nggak ada. Gue bolak-balik cek dm. tetap nggak ada. Yang ada malah gue dicuekin
dan dia terus balas-balasan mentions sama teman lamanya.
Hari itu, hari yang harusnya jadi jawaban atas
apa yang gue nantikan, malah jadi hari yang paling membosankan. Tidak ada
jawaban dihari itu.
empat hari
kemudian, dia jadian dengan teman lamanya itu. Dan gue ? gue masih setia dengan
gelar jomblo (:. Dari situ gue tau, kalo kebanyakan cewek memang sulit untuk
melupakan masa lalu dan menerima orang baru. Secara sadar mungkin sebenarnya
Tuhan menciptakan cewek dengan ingatan yang lebih kuat daripada cowok. Kayaknya
dimata kebanyakan cewek, orang baru itu selalu kalah dengan orang yang ada
dimasa lalu. Entah karna apa, mungkin karna seorang cewek selalu membanding-bandingkan
orang yang baru dengan orang yang ada dimasa lalu. Mungkin kenangan-kenangan
dimasa lalu yang ngebuat seorang cewek betah tinggal dimasa lalu dan kalo udah
gitu, orang baru pasti akan capek menunggu. Padahal menurut gue, seberapapun
kerennya masa lalu, masa lalu tetaplah masa lalu, malah waktu yang terus
menjauh tanpa mau menunggu.
Setelah mereka
jadian, gue pun dengan pasrah nerimanya. Ternyata belum ada cewek yang mau
membersihkan gelar jomblo gue. emang sih gue banyak kurangnya dibanding dengan
teman lamanya yang merangkap jadi pacarnya. Tapi gue percaya, cinta itu apa
adanya bukan apa adanya. Gue akui, saat itu gue masih belum berhenti berharap,
dan dari situ gue tahu kalau cinta dan harapan itu sepaket. Mencintai tanpa
berharap ? mustahil. Tapi harapan gue waktu itu buruk, gue berharap mereka
cepat putus.
Bener aja, nggak lama setelah itu mereka putus.
Dan itu memunculkan asa bagi gue. niat awalnya gue pengen ngungkapin rasa gue
lagi, tapi setelah gue pikir-pikir, gue harus nunggu yang tepat, gue nggak mau
ditolak lagi cuma karna dia belum bisa lupain mantannya. Kan nggak enak banget,
pas lo nembak “eh, aku suka sama kamu. Mau jadi pacar gue ?”. terus si cewek jawab, “sorry, aku belum mau
pacaran dulu…” nah kan nggak enak banget, garing banget jadi kayak kerupuk.
Setelah gue ngulur-ngulur waktu dan mencari waktu yang tepat, dia malah jadian
lagi sama anak band dan yang jelas lebih keren dari gue. dan sampai kapan pun
anak band selalu terlihat lebih keren
daripada seorang comic yang selalu terlihat bodoh.
Berangkat dari penolakan dan kekalahan ini, gue
sadar kalau yang sebenarnya yang kita inginkan bukanlah apa yang kita butuhkan.
Dan mungkin apa yang kita butuhkan tidak terlihat dengan jelas didepan mata
kita, tapi hal yang perlu kita lakukan adalah cuma perlu mengubah sedikit
perspektif kita. (:
No comments:
Post a Comment