8 April 2013

Perpindahan Kecil


Beberapa waktu lalu, gue naksir sama cewek. Nama cewek tersebut adalah Reihani Maulida.

Awalnya,Jauh sebelum naksir beberapa bulan lalu, gue udah dua tahun suka sama dia. Ya dua tahun, men. Dan 2 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dulu, sekitar tahun 2011, kita udah saling follow ditwitter, tapi kampretnya akun gue diunfollow sama pacarnya waktu itu-_- kampret emang. Dan sekarang ditahun 2013, gue baru berani follow dia lagi, setelah status dia jadi single tentunya. Juga gue udah nunggu lama banget biar bisa jadi followersnya yang ke 1998. Kenapa ? simpel, karna itu tahun keliahiran dia. Yeah, usaha yang cukup keras demi hanya untuk sesuatu yang tidak begitu masuk akal. Singkat kata, gue beranikan nulis(nembak dia) kalo gue suka dia di blog gue. dan linknya gue kasih ke dia lewat directs message. Gue masih ingat waktu itu gue nge-dm kayak gini

 “eh ada kamu loh disini à “linknya” (:”

Kampretnya dia Cuma bales
“eh kamu :’ ”

        Balasan yang kurang kampret apa coba-_- karna udah terlanjur, gue tanyain, jadi gimana ? katanya gue disuruh nunggu sampe bulan mei karna semua alat komunikasinya di sita sama emaknya, karna mau focus ke UN. Sebagai cowo yang sudah karatan jadi jomblo, ya gue nerima. Gue janji sama dia kalo gue akan tetap nunggu dia.

        Selang dua hari setelah itu, tepatnya hari sabtu, gue baca dari tweet dia, kalo hapenya nggak jadi disita. Gue yang baca, langsung jingkrak-jingkrak teriakan sampai hampir ditabok nyokap gue :’). Malam minggunya, sebelum gue tampil openmic(acara stand up comedy) dia ngementions gue, kalo blog gue bagus. Jujur, dapat mentions kayak gitu aja membuat gue sumringah banget, dan saat gue tampil pun kaya tanpa beban banget malam itu. Rasanya malam itu panggungnya emang disedian cuma buat gue. setelah gue tampil, gue langsung bales, “jadi gimana ?”
       
         Dia bilang dia akan jawab besok. Gilaaaaaa men, malam itu gue nggak bisa berpikir lagi, gue nggak bisa tidur dengan nyenyak. Hari yang ditunggu pun tiba, entah kenapa dia nggak ada ngasih jawaban. Gue pikir dia sibuk, jadi gue tunggu sampai sore, masih nggak ada. Gue bolak-balik cek dm. tetap nggak ada. Yang ada malah gue dicuekin dan dia terus balas-balasan mentions sama teman lamanya.

Hari itu, hari yang harusnya jadi jawaban atas apa yang gue nantikan, malah jadi hari yang paling membosankan. Tidak ada jawaban dihari itu.

                empat hari kemudian, dia jadian dengan teman lamanya itu. Dan gue ? gue masih setia dengan gelar jomblo (:. Dari situ gue tau, kalo kebanyakan cewek memang sulit untuk melupakan masa lalu dan menerima orang baru. Secara sadar mungkin sebenarnya Tuhan menciptakan cewek dengan ingatan yang lebih kuat daripada cowok. Kayaknya dimata kebanyakan cewek, orang baru itu selalu kalah dengan orang yang ada dimasa lalu. Entah karna apa, mungkin karna seorang cewek selalu membanding-bandingkan orang yang baru dengan orang yang ada dimasa lalu. Mungkin kenangan-kenangan dimasa lalu yang ngebuat seorang cewek betah tinggal dimasa lalu dan kalo udah gitu, orang baru pasti akan capek menunggu. Padahal menurut gue, seberapapun kerennya masa lalu, masa lalu tetaplah masa lalu, malah waktu yang terus menjauh tanpa mau menunggu.

                Setelah mereka jadian, gue pun dengan pasrah nerimanya. Ternyata belum ada cewek yang mau membersihkan gelar jomblo gue. emang sih gue banyak kurangnya dibanding dengan teman lamanya yang merangkap jadi pacarnya. Tapi gue percaya, cinta itu apa adanya bukan apa adanya. Gue akui, saat itu gue masih belum berhenti berharap, dan dari situ gue tahu kalau cinta dan harapan itu sepaket. Mencintai tanpa berharap ? mustahil. Tapi harapan gue waktu itu buruk, gue berharap mereka cepat putus.

Bener aja, nggak lama setelah itu mereka putus. Dan itu memunculkan asa bagi gue. niat awalnya gue pengen ngungkapin rasa gue lagi, tapi setelah gue pikir-pikir, gue harus nunggu yang tepat, gue nggak mau ditolak lagi cuma karna dia belum bisa lupain mantannya. Kan nggak enak banget, pas lo nembak “eh, aku suka sama kamu. Mau jadi pacar gue ?”.  terus si cewek jawab, “sorry, aku belum mau pacaran dulu…” nah kan nggak enak banget, garing banget jadi kayak kerupuk. Setelah gue ngulur-ngulur waktu dan mencari waktu yang tepat, dia malah jadian lagi sama anak band dan yang jelas lebih keren dari gue. dan sampai kapan pun anak band selalu terlihat  lebih keren daripada seorang comic yang selalu terlihat bodoh.

Berangkat dari penolakan dan kekalahan ini, gue sadar kalau yang sebenarnya yang kita inginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Dan mungkin apa yang kita butuhkan tidak terlihat dengan jelas didepan mata kita, tapi hal yang perlu kita lakukan adalah cuma perlu mengubah sedikit perspektif kita. (:

No comments:

Post a Comment