11 September 2012

KETIKA REMAJA UNYU MENIUP SENDOK ULANG TAHUN


tanggal 28 agustus kemarin hari yang cukup special bagi gue. Di hari ini ternyata tuhan masih memberi kesempatan gue hidup selama 18 tahun. Yeah, ini hari ulang tahun gue.

Gue tak terlalu mementingkan bahwa ngucapin selamat ulang tahun itu harus jam 12 malam, karna gue sendiri lahir jam 7 malam. dan gue tak terlalu peduli ada atau tidaknya orang yang ngucapin, karna dari dulu juga kaga ada yang ngucapin.

Oke, diusia yang ke 18 ini, gue pengen sukses di usia muda. Gue pengen bakat gue diakuin dan dapat bermanfaat bagi banyak orang dan kenyataannya sekarang belum telat. 18 tahun itu masih muda, tapi secara pemikiran harus lebih terbuka, dan menurut gue 18 tahun itu masih banyak waktu untuk berkarya. Diumur gue yang ke 17 kemarin, alhamdulilah gue udah bias buat ebook dan semoga diumur yang ke 18 ini gue lebih kreatif lagi.

Di 18 tahun ini, gue punya banyak banget impian, mulai dari menyelesaikan ebook/nerbitin buku, makin banyak punya teman, sampai punya pacar !. dan gue harap, semua impian itu tidak hanya sekedar mimpi disiang bolong. Karna gue pengen banget ketika gue meninggal, gue bias tersenyum sambil berkata saya bahagia ketika masih hidup. Ya, bahagia akan impian yang terwujud dengan kerja keras itu.

Dan ini adalah beberapa moment unyu yang sedikit kampungan sih bila dibandingkan ulang tahun remaja sekarang.




Terlalu norak ? yasudah, bagi gue bahagia itu sederhana, seperti mie instan yang gue makan dan sendok yang gue tiup. Oh iya, akhir-akhir ini gue suka di-php ! ya PHP !!! selalu diberi harapan palsu dan yang parahnya ada juga yang sampai nolak !
  
Tapi gue harap, di usia 18 tahun ini percintaan gue dilancarkan selalu, dan kaga perlu berobat ke klinik tong fang. Gue ingin berjanji, kalo saya nanti dapat pacar, gue bakal setia sampai kawin. Terkadang, orang yang kena php suka melakukan hal-hal diluar nalar.

Terima kasih juga buat yang udah ataupun yang belum ngucapin selamat ulang tahun ke gue. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin. Thanks a lot.

20 June 2012

SEBAGAI MANUSIA NORMAL


Di zaman seperti sekarang, semuanya terlihat sangat mudah. Bahkan untuk urusan paling absurd, Cinta. Ya teknologi benar-benar membuat orang mudah jatuh cinta. Dengan sekali mention, teman gue bisa langsung suka dengan mamang penjual es. Dengan saling nge-wall di facebook, dua orang bisa langsung jatuh cinta. Zaman sekarang juga sepertinya membuat orang jelek lebih mudah dapat pacar. Contohnya, kadang orang yang merebut gebetan seseorang mukanya lebih seram dari komodo. Mungkin ini yang disebut dengan cinta itu buta. Cinta itu nggak ngeliat. Ya cinta nggak akan ngeliat lo, kalo lo jelek, dan nggak bakal ngeliat lo, kalo lo miskin. Dizaman sekarang juga, banyak wanita yang mencari pria mapan, pria yang duitnya nggak abis-abis, pria yang sempurna. Kalo ada cewek yang kayak gitu, gue saranin jangan pacaran sama manusia, sob. Manusia itu tempatnya salah, manusia itu nggak ada yang sempurna. Kalo ada cewek yang kayak gitu, gue saranin pacaran aja sama mesin ATM. Kenapa ngomongin wanita dan kesempurnaan ? bodo amat !!!

Sebagai pria jelek, selama sekolah SMA, gue nggak pernah dilirik cewek. Bahkan gue nggak pernah punya kesempatan buat kenalan sama cewek cantik dan populer. Maka dari itu, gue merasa sangat terbantu dengan makin banyaknya penyedia layanan berbasis pertemanan. Lewan blog, gue bisa membagikan cerita aneh gue, dan bodohnya itu diterima sama wanita-wanita cantik. Lewat twitter, gue bisa dekat dengan orang yang dulu cuma bisa gue kagumi lewat balik pintu dan jendela kelas. Lucu ya, bagaimana kita dipertemukan dengan seseorang. Mungkin ini yang disebut, dipertemukan dengan orang yang tepat ditempat yang tepat. Meski begitu, tetap saja gue susah dapat pacar. Gue sebenarnya lebih suka susah tidur daripada susah dapat pacar. Rata-rata orang yang suka dengan gue itu, karna cerita-cerita konyol gue, bukan karna gue sebagai manusia. Pernah gue dekat sama cewek, dan si cewek menganggap gue adalah penulis bodoh yang harus terlihat bodoh dalam suatu hubungan. Gue, sebagai penulis komedi, mungkin gue memang harus terlihat bodoh dan selalu melawak bagi orang lain. Tapi untuk suatu hubungan, gue adalah orang yang serius. Untuk orang yang nerima gue seperti itu dan nggak berekspektasi gue untuk selalu melawak, sudah cukup buat gue. Bagi gue suatu hubungan percintaan itu seperti memakai sepatu, harus nyaman dan pas di-kaki, meski menurut orang sepatu yang kita pakai itu nggak bagus. Tapi kan yang make kita juga ? sama kaya suatu hubungan, meski orang lain bilang nggak cocok, tapi yang jalanin kan kita.

Sebagai lelaki jelek juga, gue sering banget ditolak sama wanita. Selama hidup pun gue merasa, gue yang selalu naksir duluan sama cewek. Nggak pernah ada kayaknya cewek yang naksir duluan. Gue biasanya Cuma butuh waktu beberapa menit, buat jatuh cinta sama seseorang. Bahkan gue sempat jatuh cinta dengan cewek karna baru ngeliat behelnya. Absurd memang, dan biasanya hal itu membuat gue susah tidur. Gue selalu memikirkan dia, bahkan saat ditoilet, dan kampretnya biasanya cewek itu jaga jarak dan akhirnya balik kanan. Kalaupun ada yang naksir duluan, pasti orang itu diam aja dan ujung-ujungnya dia jaga jarak dan balik kanan. Kadang mencari pasangan sama seperti membuat sebuah judul, harus tepat dihati.

Setelah semua yang gue tulis diatas, apa apa yang kalian dapat ? pesan apa yang kalian dapat ? jujur, gue selaku penulisnya pun nggak ngerti dengan semua tulisan ini...

17 June 2012

ANTARA ABSURD DAN NGGAK NYAMBUNG

Gue yakin semua orang punya cita-cita, ada orang yang bercita-cita jadi arsitek, komedian, pengusaha, jadi ustad, sampai jadi sopir. Apapun cita-cita lo, gue berharap sih nggak ada yang punya cita-cita jadi alay. Karna populasi alay di Indonesia itu sudah banyak banget. Ngomong-ngomong alay, gue agak sedikit terganggu dengan keberadaan alay didunia maya yang lagi-lagi makin lama makin membeludak. Sepertinya para alay mulai melirik twitter. Pernah gue ngeliat satu akun yang namanya itu nggak jelas banget. @iimKamseupay_ sampai pake akun anonim kaya @rohmalam, @galauyuk. Pertanyaan gue, kenapa mesti make akun anonim coba ? kalo namamu bagus ya pamerin. Nama gue aja yang tidak seberapa pantas untuk dibaca saja gue jadiin nama akun. Mungkin nanti 15 tahun kedepan nama ktp bisa seperti ini “nama     :     AkBarYanGclaLuKecePian”. Semakin kesini gue liat alay itu terbagi jadi tiga. Alay biasa, alay luar biasa. alay tinggkat dewa.

Alay Biasa :
yang suka make huruf kecil huruf besar. Contoh “aH aqU nggA cOuka cWoeEeEeE”. Mungkin ini alay jaman dulu, dan sudah mulai ditinggalkan para penggunanya.

Alay Luar Biasa :

nah ini alay yang mulai menjalari jiwa muda sekarang yang ada ditwitter ataupun facebook. Alay yang seperti ini, alay yang ber-kamuflase sob. Mereka nggak make huruf kecil huruf besar lagi tiap masang status atau tweet. Tapi tweetnya kalau nggak galau ya nggak penting banget. Orang alay ini biasanya galau terus. Dan suka ngutip-ngutip kalimat bijak. Intinya orang alay mendadak bijak. mereka suka ngetweet quotes2 gitu. Contohnya “sendiri itu indah :) #kode” tweet macam ini, minta ditanya banget. Gue ngeliat, gue ejek, sampah banget ni tweet. Mana ada orang galau make emotikon smile gitu. Ah alay ngaco memang. Beda ditwitter beda lagi facebook, gue pernah nemuin satu account yang setiap beberapa menit sekali update status yang sedih-sedih. Yaelah kawaan, lebih keren juga kalau dunia tahu kebahagiaanmu. Semua orang pasti pernah jadi alay, begitu juga galau. Sesudah mereka bergalau-galau ria gitu ya biasanya nggak berapa lama kemudian tweet mereka itu nggak penting banget. Contohnya “mau eek nih” atau “mau mandi nih” yaelah kawan harus kah hal seperti itu ditweet ? tweet macam apa ini ? gue nggak peduli lo mau mandi atau kagak ! dunia peduli sama eek lo ? kagak broooo ! tapi anehnya banyak yang ngeretweet, sobat bertaubat lah segera. Biasanya yang suka nge-tweet kayak begini jiwa gaulnya tinggi banget, nggak suka humor, sama baru tau sama twitter, jadi hidupnya dia habiskan untuk nge-tweet tiap menit. Kalau pesan gue bro, tweetlah hal-hal yang membuat dunia bahagia dan layak mereka ketahui bro.

Alay Tingkat Dewa :

Alay-alay seperti ini, sepertinya taubatnya agak lama nih. Alay-alay seperti ini kayak gabungan alay biasa sama alay luar biasa. Tapi lebih parah, karna alay-alay seperti ini suka minta followback atau #openfollow. Percuma lo sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya jadi pengemis juga. Pengemis follback adalah jenis pengemis baru. Mereka suka minta follback sama artis gitu sampe ratusan kali tweet itu diulang. Contohnya “follback dong kaka @nikita_willy #100” yaelah kawan gimana orang mau ngefollback lo kawan, lo nya aja suka nge-spam gitu yang ada lo akan diblock. Biasanya sampe ke-bio mereka-pun ada follback-follback gitu “follback ? just mention” atau “no follback no mention” yaela masih jaman bio kaya gitu ? mungkin badan lo berada di hari minggu, 17 juni tahun 2012 tapi jiwa lo masih berada di hari minggu, 17 juni tahun 2010. Bagi gue, gue main twitter buat ngetweet, buat mengetahui apa yang gue belum tahu, sama buat dekat dengan seseorang. banyak atau nggaknya followers itu bagi gue adalah bonus dari tweet-tweet gue. Misalkan tweet lo bagus, bisa buat orang seneng, pasti orang itu bakal nge-respact, dan mereka dengan ikhlas nge-follow lo. berbeda saat lo ngemis-ngemis minta followback, itu memaksa orang buat nge-follow lo dan mereka nggak terlalu ikhlas, yang ada lo malah ngecewain mereka karna dia follow lo buat ngeliat hal-hal yng nge-buat mereka bisa lebih dekat dengan lo. bukan ngeliat spam-spam lo. Analoginya, seperti lo maksain orang yang nggak cinta sama lo buat jadian sama lo. percuma bro, pasti hubungan itu nggak akan awet. Biarlah mereka mencitai orang yang mereka cintai dan mencintai mereka. Kalau lo cinta dia tunjukkin bro, kalau lo pantas buat dia cintai. Ini kenapa gue jadi bahas cinta ? bodoh amat.  Ya jadi, followers itu ibarat bonus atas hasil kerja lo. kerja lo apa ? ya ngetweet. alay ini juga biasanya nge-retweet balik, misalnya dia nge-tweet. Terus di rertweet sama temennya. Pasti dia nge-retweet balik. sama halnya difacebook, ada orang yang nge-likes banyak-banyak biar statusnya dilikes juga.

Jadi alay lo ada ditingkatan yang mana ?

Gue berani nulis itu karna gue juga pernah ngalamin itu semua, tapi ini gue nulis dari sudut pandang gue. Eniwei, dulu, gue punya impian buat bikin buku. Dan alhamdullilah, gue bisa buat itu pas masih sekolah. Gue beruntung, karna nggak banyak orang yang bisa buat pas masih sekolah. Setelah impian gue itu tercapai, gue move on bro kecita-cita gue yang kedua yaitu jadi comics. Diatas mungkin adalah naskah dari stand up gue. Sekiaaaan :*

16 June 2012

CITA-CITA BUKAN MERTUA !!!


Akhirnya ulangan umum datang juga ya ?. Ajang dimana banyak siswa yang mendadak ingat Tuhan dan mendadak mentraktir siswa-siswa pintar agar mereka diberi contekan. Dan beberapa hari sebelum ulangan umum, gue mendengar banyak siswa yang ketakutan. Ah, cemen kalian semua !!! ulangan umum itu mengasyikan, kawan. Jika ditiadakan.

            Gue juga bingung mengapa semalam sebelum ulangan umum dimulai banyak siswa yang mendadak menjadi rajin belajar, atau disebut juga “sistem kebut semalam”. Padahal, dikitab suci saja tidak ada perintah belajar untuk ulangan umum. Untuk siswa yang belajar keras semalaman, segeralah bertaubat.

            Kita tinggalkan sejenak tentangulangan umum, mari kita beralih keSNMPTN. Dalam mengerjakan soal-soal SNMPTN tahun ini, gue, sih, percaya pada kemapuan otak gue sendiri... dan kemampuan google. Namun, walaupun begitu, tetap saja gue pusing dan stress karena SNMPTN ini. Dan pusing serta stress itu pun dibuat semakin menjadi karena orang-orang disekitar gue.

            Gue masih bisa nerima jika mereka mengatur neraca keuangan dan penampilan gue. Tapi, gue tidak bisa nerima kalau dia sudah mengatur cita-cita gue.

Meraka : nanti kamu mau kerja apa ?

Gue : aku mau jadi penulis

Mereka : gak boleh! Kamu harus kerja kantoran!

Gue : aku nggak mau kerja kantoran. Ini cita-cita aku dari kecil. Aku harus jadi penulis!

Mereka : kalau mau jadi penulis, nanti anak kamu dikasih makan apa ?

Gue : kalau nanti anakknya bebek, aku kasih makan dedak dia!!

Selain kejadian diatas, cita-cita gue juga sering diragukan oleh teman gue. Mereka bilang,

“memang bisa hidup kalau jadi penulis ?”

Well, selama menulisnya tidak iseng menusukkan tombak kejantung, gue rasa semua akan baik-baik saja.

Gue ingat, dulu, sewaktu John Lennon masih remaja, bibinya berkata,

“gitar memang oke John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu.”

Dan ketika John sudah sukses, dia mengirimkan bibinya plakat emas bertulisan kata-kata itu.

Jadi, jangan pedulikan omongan orang yang meragukan cita-citamu. Sekalipun itu adalah orang terdekat. Jadilah manusia yang berani. Berani mengambil resiko dan kebahagiaan dari sebuah impian.

9 June 2012

CALON MAHASISWA YANG BODOH


Mama memaksa gue untuk ikut pendaftaran PGSD UNLAM gelombang satu. Dengan bermodal nekad dan ke-sok tau-an gue, akhirnya gue berangkat sendirian. Sekitar jam 9.30 pagi gue nyampe diUnlam. Hampir satu jam gue mencari tempat pendaftaran tersebut. Karna gue udah nggak tahan dengan ini, akhirnya gue nanya sama orang. Setelah diberi tahu, gue pin langsung menuju tempat itu dan mendaftar. Hal pertama yang terlintas saat itu adalah “buseeeeet luas banget, dan wanitanya unyu abis”

Tes pertama yang harus diikuti adalah tes tinggi dan berat badan, sama buta warna. Agak lumayan lama gue menunggu, tiba-tiba perut gue mules. Saat nama gue dipanggil, gue panas dingin dan juga belakangan ini gue suka pusing. Gue juga nggak tau belakangan ini suka pusing, mual, demam, mungkin ini faktor dari terlalu banyak patah hati, kasih tak sampai atau faktor penuaan dini. Saat gue berdiri ditempat pengukur tinggi badan itu, panitianya bilang “MINGKEM BAR !”. Sontak yang denger pada ketawa. Gue yang bodoh atau panitianya ini, yang jelas ini untuk ngukur tinggi badan dan nggak ada hubungannya dengan mingkem atau nggak.

Setelah tes itu gue disuruh ketempat kedua, untuk ngambil momer rekening (FYI : bayar pendaftarannya lewat bank). Saat gue mau kebank ada yang nepok gue.

“mau ke bank ya ?” tanya dia dengan sedikit gugup.

“hooh, kebank juga ? sekalian bareng aja yuk” jawab gue sambil senyum.

“lo tau tempat bank nya ?”

Gue diam bentar gue berfikir, anak ini mempunyai problem yang sama kaya gue. Disini lah ke-sok tau-an gue bekerja. Seumur-umur gue nggak pernah ke kampus ini, apalagi Bank nya.

“TAU... LO NGGAK TAU ? UDAH IKUTIN GUE AJA” JAWAB GUE MANTAP

Kita langsung berangkat dengan ide licik dikepala gue. Jalan menuju bank yang seharusnya tinggal lurus dan belok kanan dikit. dan hanya butuh waktu 3 menit, karna gue sok tau. gue bikin lebih ribet. Gue masuk-masuk kefakultas-fakultas teknik, gue keluar kampus. gue masuk komplek dan perkampungan. Gue berharap dia kehausan. Dan 15 menit kemudian, dia terlihat agak kesal sama gue.

“woy, banknya dimana ? kita ni handak kemana ?


Karna gue kasian, gue bilang dengan jujur kalau gue sebenarnya nggak tau. Dan anehnya orang ini malah ketawa lebar. Bego memang. Kita pun memutuskan untuk balik lagi kekampus tersebut dan nanya sama orang yang tau. Beberapa menit kemudian kami sudah berada di Bank PGSD dengan selamat. Setelah itu kami pun kenalan dan gue tau namanya Hidayat. Hidayat ini adalah jenis manusia berwajah tampan dan gak suka ngomong titit. wajahnya yang tampan gue kira nggak ada gunanya. Tapi, ternyata sangat bermanfaat ! Waktu itu karna kita nggak tau caranya membayar. Gue pun memcoba bertanya pada seorang cewe yang kayaknya juga mau bayar. Gue nanya gimana caranya “eh, meanu nih kayamana ?” tanya gue sambil menunjukan kertas itu. Dia malah bengong melompong... beberapa detik kemudian dia masih bengong... tiba-tiba dayat yang nanya, pertanyaannya pun sama kaya gue, gadis itu menjawab dengan sigap dan menjelaskan secara detail. Dari situ gue berfikir kalau wajah itu bisa membuat orang bengong tiba-tiba.


Sekitar jam 11an gue kembali ketempat pendaftaran untuk ngambil formulir. Oiya, gue kepisah sama Hidayat karna katanya dia mau nunggu temennya. Setelah gue ngambil formulir, gue ngisi ditempat tunggu. Setelah ngisi formulir, gue disuruh nunggu lagi buat tes terakhir yaitu tes wawancara. Gue nunggu ditempat yang udh disediain tadi. Disamping gue ada dua orang laki-laki yang satu muda, keren, gagah, besar, tinggi dan yang kedua tua, agak berkerut, dan suka cengengesan. Mungkin mereka ini bapak sama anak yang lagi nunggu juga. Mereka suka ketawa nggak jelas, dan ketawa terbahak-bahak pula. Ah, memang anak sama bapak ini sangat aneh.


Tiba saatnya nama gue dipanggil. Gue masuk ketempat wawancara itu. Kebetulan yang mewawancarai gue waktu itu adalah seorang ibu-ibu.


“Selamat siang, dari fotonya terlihat lebih tua dan jelek ya...” kata dia ketus


“hehehe tapi aslinya muda dan cakep kan bu ?...” gue menjawab dengan optimis.


“aslinya makin tua dan sangat jelek”


Gue pelototin ibu itu


“ok, kenapa jadi memilih PGSD ? kenapa nggak PG-PAUD atau yang lain ?”


“itu panggilan jiwa bu, saya suka sama anak-anak. Saya mempunyai wajah yang unyu seperti anak-anak SD. Saya suka bicara dan berharap dengan menjadi guru SD sifat suka berbicara saya dapat tersalurkan dengan baik” jawab gue mantap panjang lebar.


“kamu ada mendaftar selain di PGSD ini ?


“ada. Saya mendaftar di fakultas Teknik informatika dan juga saya mendaftar diJPOK sam stikes muhamadiah. Jadi saya sih, oke oke aja kalo nggak lulus disini bu. Masih banyak yang mau menampung saya. Emas tetap emas bu meski dicelupin kelumpur. Jadi saya tetap berkualitas walau kuliah dimanapun , paling yang menyesal nanti yang pernah menolak saya bu. So, kembali lagi ke ibu nya mau nerima atau nggak” jawab gue asal. Niatnya agar ibu itu agak ciut.


“kamu pernah ikut organisasi-organisasi disekolah dan terus hobi kamu apa ?” ibu itu bertanya lagi


Orang disamping gue ini senyu-senyum mulu. Oiya karna waktu tes wawancara ini, langsung dua dan waktu itu gue duduk sam cewe.


“saya sih nnggak pernah ikut –ikut kaya gituan bu. Saya nggak suka berorganisasi. Saya lebih suka melakukan sendiri. Hobi saya menulis bu meski tulisan saya nggak lebih bagus dari anak SD.”


“terus apa kamu punya prestasi dibidang menulis itu ?


“saya nggak suka prestasi bu. Saya juga benci sama orang yang dalam hidupnya hanya mengejar prestasi, pasti hidupnya flat banget. Cuma sekedar memberitahukan doang sih, kemarin saya baru saja membuat sebuah buku elektronik alias ebook bu. Dan respon dari masyarakat sangat bagus bu. Kalau ibu mau baca tinggal mention saja bu di akun twitter saya @AkbarMaulidi. Dari situ kalau mau ngobrol bisa atau kalau mau tahu lebih jau tentang say juga bisa bu.” Gue menyerocos dan mengeluarkan apa yang ada diotak gue.


“pertanyaan terakhir, apa yang akan kamu lakukan bila tidak diterima disini ?”


“saya sih santai aja, saya akan menjual buku saya dan mencoba mendaftar lagi tahun depan tapi sih saya yakin tahun depan saya sudah berada dikampus yang berbeda.”


Dari situ gue berfikir, “hebat banget gue bisa berimajinasi sejauh itu”. Setelah itu gue pulang dan datang lagi nanti tanggal 16 juli buat tes tertulis.

CEK DULU, BARU MARAH !


Siang itu gue nyasar ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah Rifky. Rifky adalah teman main gue. Gue kerumahnya untuk meminta bantuannya menyettings modem yang gue miliki. Sebelumnya gue pernah kerumah Rifky. Tapi, ingatan gue tentang jalan cukup buruk. Karena tak tahan dengan kenyasaran ini, gue pun meng-sms-nya,

“eh, aku nyasar nah. Udah 1 jam keliling-keliling nyari rumahmu. Tapi tetep aja nyasar nah. Kasih alamat lengkapmu dong !”

Cukup lama Rifky membalas sms itu dan sekalinya membalas, balasannya adalah,

“HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!! GOBLOK LO, BAR!!!!!”

Sungguh balasan yang sangat tidak membantu.

Gue kembali mencari rumah Rifky dengan insting. Gue kembali mengingat-ingat bentuk rumah Rifky. Rumahnya minimalis. Entah kebetulan atau tidak, tapi setelah gue mengingat-ingat bentuk rumahnya, disamping, gue melihat rumah yang serupa.

Perlahan gue ketuk pintu rumah itu. Keluarlah sesosok bapak-bapak.

Bapak : ada apa ya ?

Gue : ini rumah Rifky ?

Bapak : Rifky siapa ?

Gue : Rifky anak bapak.

Bapak : saya gak punya anak, mas.

Gue : serius bapak gak punya anak yang namanya Rifky ?

Bapak : udah saya bilang kalau saya gak punya anak !

Gue : bapak kok nggak punya anak ?

Bapak : MAS NGELEDEK SAYA ?!!!

Gue : *kabur*

Makin lama gue makin frustasi. Gue kembali meminta alamat lengkap Rifky dan kali ini dia memberi dengan benar . namun, meski telah diberi petunjuk dengan alamat lengkap, tetap saja gue nyasar. Kali ini gue ikhlas kalian mau bilang gue bodoh.

Setelah setengah jam mencari, akhirnya gue berhasil menemukan rumah Rifky. Gue memberikan laptop dan modem gue. Dia berjanji pekerjaannya akan selesai lebih dari dua jam.

Ternyata benar, dua jam kemudian Rifky telah menyelesaikan pekerjaannya. Modem gue katanya sudah bener. Tapi, ternyata ada sedikit masalah. Laptop gue nggak bisa pakai paket internet. Hanya bergantung pada wifi. Sedangkan wifi hanya ada di tempat-tempat tertentu. Dan sebagai remaja yang sangat kecanduan internet, itu cukup menyusahkan.

Ketika daftar paket internet. Gagal lagi. berkali-kali gue coba dan tetap gagal. Kesal, gue pun menelpon costomer service operatornya.

Mbak-mbak CS : *suaranya ramah* selamat siang, ada yang bisa dibantu ?

Gue : *dengan nada tinggi*  MBAK, APA-APAAN INI SAYA GAK BISA DAFTAR PAKET INTERNET ?! GIMANA NIH ! JANGAN NGECEWAIN PELANGGAN DONG !

Mbak-mbak CS : *suaranya masih ramah* sebentar ya, mas. Saya cek dulu. Sebelumnya, saya sedang berbicara dengan mas siapa ya ?

Gue : *masih dengan nada tinggi* NAMA SAYA AKBAR ! CEPAT MBAK, SAYA LAGI KESAL NIH!!!

*jeda sekitar 18 detik*

Mbak-mbak CS : *suaranya tetap ramah* mas akbar...

Gue : *tetap dengan nada tinggi* APA MBAK ? SAYA MASIH KESAL NIH !!!

Mbak-mbak CS : *menahan tawa* mas, pulsa mas itu kosong. Jadi tidak bisa daftar paket internet.

Gue : *matiin telpon*

Sampai sekarang gue masih merasa berdosa dengan Mbak-mbak CS itu. Maafkan aku ya, mbak. Aku terbawa emosi.