Dizaman seperti sekarang, menjalin sebuah
hubungan percintaan itu sangatlah mudah. Seperti pada umumnya, bagaimana si
pria jatuh cinta dengan seorang wanita pada pandangan yang pertama, bagaimana
si pria mencoba menghubungi wanita tersebut dengan bertanya pertanyaan klise
seperti “kamu, udah makan belum ?”, “kamu, udah punya pacar belum ?”, “kamu
lagi ngapain ?” dan pertanyaan klise tingkat ababil lainnya. Setelah semua
basa-basi singkat tersebut, biasanya si pria langsung merayu si wanita agar mau
menjalin sebuah hubungan dengannya. Tentu dibumbui dengan iming-iming sebuah
kebahagiaan, kesetiaan, dan kemapanan. Namun, pada akhirnya semua kembali
kepada kepetusan apa yang akan diambil si wanita tersebut. Apakah menerimanya,
menolaknya secara halus, atau paling ekstrim menolaknya mentah-mentah.
Dalam dunia sepak bola pun, kasus
percintaan seperti diatas sering sekali terjadi. Bedanya, yang terjadi bukanlah
antara si pria dan si wanita atau si pemain bola dengan pacarnya, melainkan
antara sebuah klub sepak bola dengan seorang pemain profesional. Kalau boleh
saya ibaratkan, klub sepak bola sebagai si pria dan pemain sepak bola
profesional sebagai wanita yang ditaksir.
Contohnya pada tahun 2009 lalu, bagaimana
pria gagah nan berpengalaman dalam menaklukan wanita bernama Real Madrid naksir
sama seorang wanita yang dari tampilan luarnya saja sangat menggoda, dan dia
baru saja memenangkan gelar miss world-nya dunia sepak bola pada setahun
sebelumnya. Yap, dia lah Ronaldo.
Singkat kata, Real Madrid yang sebagai
seorang cowok yang mapan pun langsung mencoba merayu Ronaldo dengan uang
tebusan sebesar 8o juta pounds. Gayung bersambut, Ronaldo menerima pinangan itu
dan sampai sekarang hubungan mereka masih terjalin cukup harmonis.
Tapi, kita semua tahu bahwa tidak semua
hubungan akan berakhir bahagia. Lihatlah sekarang bagaimana seorang Suarez
merasa dikecewakan oleh Liverpool, karna Liverpool tidak menepati janjinya.
Januari 2011 silam, Suarez menerima cinta
Liverpool setelah dirayu dengan janji-janji manis berupa kekayaan, ketenaran
dan tiket otomatis Liga Champions. Tapi kini, janji tinggal lah janji.
Liverpool belum bisa memenuhi janji-janji manis tersebut, khususnya janji tiket
otomatis Liga Champions. Dan membuat Suarez merasa dikecewakan sehingga ingin
memutuskan hubungan mereka.
Kini, Liverpool dan Suarez pun terlihat seperti sebuah hubungan yang sudah tidak sehat tapi masih dipertahankan. Dan sebagai seorang “wanita” dalam dunia sepak bola, Suarez tidak menyadari kalau lelaki memang pandai mengikari janji (:
-photo by google



No comments:
Post a Comment