15 August 2013

Janji Manis Klub Sepak Bola


Dizaman seperti sekarang, menjalin sebuah hubungan percintaan itu sangatlah mudah. Seperti pada umumnya, bagaimana si pria jatuh cinta dengan seorang wanita pada pandangan yang pertama, bagaimana si pria mencoba menghubungi wanita tersebut dengan bertanya pertanyaan klise seperti “kamu, udah makan belum ?”, “kamu, udah punya pacar belum ?”, “kamu lagi ngapain ?” dan pertanyaan klise tingkat ababil lainnya. Setelah semua basa-basi singkat tersebut, biasanya si pria langsung merayu si wanita agar mau menjalin sebuah hubungan dengannya. Tentu dibumbui dengan iming-iming sebuah kebahagiaan, kesetiaan, dan kemapanan. Namun, pada akhirnya semua kembali kepada kepetusan apa yang akan diambil si wanita tersebut. Apakah menerimanya, menolaknya secara halus, atau paling ekstrim menolaknya mentah-mentah.

Dalam dunia sepak bola pun, kasus percintaan seperti diatas sering sekali terjadi. Bedanya, yang terjadi bukanlah antara si pria dan si wanita atau si pemain bola dengan pacarnya, melainkan antara sebuah klub sepak bola dengan seorang pemain profesional. Kalau boleh saya ibaratkan, klub sepak bola sebagai si pria dan pemain sepak bola profesional sebagai wanita yang ditaksir.

Contohnya pada tahun 2009 lalu, bagaimana pria gagah nan berpengalaman dalam menaklukan wanita bernama Real Madrid naksir sama seorang wanita yang dari tampilan luarnya saja sangat menggoda, dan dia baru saja memenangkan gelar miss world-nya dunia sepak bola pada setahun sebelumnya. Yap, dia lah Ronaldo.

Singkat kata, Real Madrid yang sebagai seorang cowok yang mapan pun langsung mencoba merayu Ronaldo dengan uang tebusan sebesar 8o juta pounds. Gayung bersambut, Ronaldo menerima pinangan itu dan sampai sekarang hubungan mereka masih terjalin cukup harmonis.

Tapi, kita semua tahu bahwa tidak semua hubungan akan berakhir bahagia. Lihatlah sekarang bagaimana seorang Suarez merasa dikecewakan oleh Liverpool, karna Liverpool tidak menepati janjinya.

Januari 2011 silam, Suarez menerima cinta Liverpool setelah dirayu dengan janji-janji manis berupa kekayaan, ketenaran dan tiket otomatis Liga Champions. Tapi kini, janji tinggal lah janji. Liverpool belum bisa memenuhi janji-janji manis tersebut, khususnya janji tiket otomatis Liga Champions. Dan membuat Suarez merasa dikecewakan sehingga ingin memutuskan hubungan mereka.

Kini, Liverpool dan Suarez pun terlihat seperti sebuah hubungan yang sudah tidak sehat tapi masih dipertahankan. Dan  sebagai seorang “wanita” dalam dunia sepak bola, Suarez tidak menyadari kalau lelaki memang pandai mengikari janji (:

-photo by google

No comments:

Post a Comment