Bulan Agustus kali ini saya rasa adalah bulan yang cukup spesial. Selain karna
lebaran terjadi dibulan Agustus dan HUT indonesia yang ke 68 terjadi dibulan Agustus, tapi juga bulan Agustus adalah bulan terakhir transfer windows sepak
bola Eropa. Setelah dibuka pada 1 Juli dan akan berakhir pada tanggal 31 Agustus nanti. Itu artinya jendela transfer tinggal menyisakan beberapa minggu
lagi. Saat jendela transfer inilah para klub sepak bola Eropa berlomba-lomba
memperkuat skuadnya yang mungkin dirasa perlu dengan cara membeli pemain baru.
Lihatlah bagaimana Manchester City sangat agresif setelah banyaknya kegagalan
dimusim lalu dengan memecat Mancini dan mengantinya dengan Manuel Pallegrini,
bagaimana mereka membeli pemain-pemain bintang seperti Jesus Navas, Alvaro
Negredo, Stefan Jovetic dan Fernandinho. Tentu juga dengan mempertahankan
pemain bintangnya musim lalu.
Lihat
juga bagaimana PSG, Chelsea, As Monaco, Napoli dan bahkan Liverpool yang sudah
banyak mengeluarkan(membuang-buang) uangnya demi membeli pemain yang dirasa
pantas dengan skema pelatih. Dan yang paling menyita perhatian adalah bagaimana
Real Madrid dikabarkan akan memecahkan rekor transfer lagi dengan membeli
Gereth Bale. Padahal mereka juga membeli Isco, Carvajal, Illaramendi dan sudah memiliki Ronaldo(pemain termahal saat ini, 80
juta pounds). Entah apa yang ada didalam isi kepala Florentino Perez saat ini.
Para
pemain pun kini sudah mulai berganti jersey dari klub satu ke klub yang lain,
semisal Higuain yang pindah ke Napoli di serie a, Cavani yang pindah ke PSG di
ligue 1, Falcao ke As Monaco, Iago Aspas ke Liverpool di BPL, atau Thiago
Alcantara ke Bayern Munich di bundes liga. Para peracik strategi pun begitu,
bagaimana Mourinho kembali melatih Chelsea, Alex Ferguson pensiun dan
digantikan oleh David Moyes, Ancelotti mengisi kekosongan pelatih di Madrid setelah
ditinggal mou, dan Benitez yang menjadi caretaker di Chelsea akhirnya bergabung
dengan Napoli.
Tapi
dari sekian banyak yang sudah terjadi, saya tidak melihat pergerakan yang
berarti dari anggota the big four Manchester United dan Arsenal, atau klub
raksasa dari spanyol Barcelona.
Okelah
MU sudah membeli pemain bernama Varela, tapi siapalah dia ? saya pun baru
melihat dia waktu di piala dunia U-21 kemarin. Kita mungkin mendengar beberapa
waktu lalu MU mencoba pdkt dengan Thiago tapi sayang setelah hampir jadian, MU
ditikung Bayern. Sakit hati ? pasti. MU pun move on dengan mencoba mendekati
teman baik Thiago, Fabregas. Setelah pdkt, Fabregas lebih memilih setia kepada
Barcelona, atau gaulnya MU di PHP. Sakit ? pasti. Entah ada hubungannya atau
tidak dengan faktor pergantian pelatih di MU.
Beralih
ke Arsenal. Untuk kali ini sepertinya mereka sepenanggungan dengan MU. Lihat
bagaimana mereka menguber Higuan yang malah memilih Napoli dan akhirnya mereka
merekrut Yaya Sanogo. Siapalah Sanogo ? tapi mungkin kita dapat sedikit
memaklumi. This is arsenal. Persetan dengan juara yang penting masuk liga
champions, sudah cukup buat mereka.
Terakhir
ada Brcelona. Entah kenapa di jendela transfer kali ini, Barcelona
kelihatannya adem-adem aja dan tidak seangresif musim-musim sebelumnya. Mungkin
para fans Barcelona akan membela diri dengan mengatakan “buat apa mengeluarkan
uang lagi ? kami sudah punya Messi si alien. Kami punya Pniesta, Busquets dan Xavi yang raja passing (sekaligus pintar diving). Dan kami punya Neymar si
bocah Brazilian”.
Mungkin
alasan tersebut masih terdengar rasional dan masih bisa kita terima, tapi
mereka tidak menyadari kalau kekalahan-kekalahan mereka melawan Madrid dan
dibantai Bayern musim lalu adalah bukti kalau mereka tidak sedominan beberapa
tahun lalu. Puyol sudah tidak bisa diandalkan lagi, pique angin-anginan, thiago
sudah pindah, xavi juga yang sudah tua.
Barcelona memang sudah
merkrut Neymar dengan harga yang katanya lebih dari 50juta euro. TAPI menurut pandangan
saya itu sangat tidak rasional. Neymar lebih terlihat seperti anak skate
dibanding pemain bola. Dan gerakan-geraknnya lebay diatas lapangan sangat lah
tidak membantu menurut saya. sekarang kita tunggu, apakah Neymar mampu membuktikan kapasitasnya ? atau malah men-justin bieber. kemampuan yang pas-pasan tapi gaya selangit.
So, untuk menutup postingan kali ini, ada sebuah pertanyaan mendalam yang cukup rasional dikepala saya "ada apa denganmu, Barcelona ?"
-photo by google
-photo by google




No comments:
Post a Comment