sekarang sudah seminggu lebih gue kembali kuliah, dosen sudah mulai masuk, dan tugas mulai menumpuk. yaa, terlepas dari dosen dan tugas, satu-satunya berita paling menyenangkan adalah bertemu dengan para maba yang unyu-unyu dan botak. gue merasa terlihat lebih ganteng(dikit) ketika ngeliat para maba cowo yang botak. jadi gue bisa sedikit bergaya lebih cool didepan para maba cewe. dengan harapan ada yang bilang "iihhh kaka cool bangeeeeet !!!"
namun harapan tinggal lah harapan, para maba malah mengucapkan "ih coba liati kaka itu, bepender sorangan" pakai bisik-bisik lagi. itu sakit banget meeeen.....
my life is my self, yeah setelah kejadian yang lalu, gue lebih banyak menghabiskan waktu dengan pacaran sama diri sendiri. gue mencoba memahami diri gue sendiri. gue sempat mikir "hidup gue gini amat ya, ditolak mulu. salah gue apa ya ?"
akhirnya gue menyadari, kalau gue agak berbeda dengan kebanyakan cowo yang gue liat. gue terlalu introvert, gue terlalu sibuk dengan dunia gue sendiri, gue terlalu nyaman dengan sikap aneh yang gue miliki. mungkin karna itu, setiap kali gue naksir sama cewe, cewenya malah nolak gue.
mungkin juga karna orang yang gue taksir terlalu sempurna dan tidak sesuai dengan kapasitas yang gue miliki. ibaratnya, gue pengen iphone 5s, apadaya kemampuan gue cuma bisa untuk mendapatkan nokia 1600.
singkatnya, kita tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.
setelah selalu melalui fase mandangin --> naksir --> ditolak --> move on --> mandangin --> naksir --> ditolak --> move on.
gue belajar beberapa hal, kalau kabanyakan dari kita selalu menginginkan orang yang sempurna seperti sebuah android dan kebanyakan dari kita juga tidak mnyadari kalau sebenanya yang kita butuhkan hanyalah orang yang simpel dan apa adanya seperti nokia 1600 *tetep*.
akhirnya gue menyadari, kalau gue agak berbeda dengan kebanyakan cowo yang gue liat. gue terlalu introvert, gue terlalu sibuk dengan dunia gue sendiri, gue terlalu nyaman dengan sikap aneh yang gue miliki. mungkin karna itu, setiap kali gue naksir sama cewe, cewenya malah nolak gue.
mungkin juga karna orang yang gue taksir terlalu sempurna dan tidak sesuai dengan kapasitas yang gue miliki. ibaratnya, gue pengen iphone 5s, apadaya kemampuan gue cuma bisa untuk mendapatkan nokia 1600.
singkatnya, kita tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.
setelah selalu melalui fase mandangin --> naksir --> ditolak --> move on --> mandangin --> naksir --> ditolak --> move on.
gue belajar beberapa hal, kalau kabanyakan dari kita selalu menginginkan orang yang sempurna seperti sebuah android dan kebanyakan dari kita juga tidak mnyadari kalau sebenanya yang kita butuhkan hanyalah orang yang simpel dan apa adanya seperti nokia 1600 *tetep*.
No comments:
Post a Comment