20 January 2014

Manusia 5.1

dimohon, sebelum membaca tulisan ini, pastikan anda dalam keadaan sehat, sebab tulisan ini mengandung unsur penyakit sakit mata karna tulisan yang sangat tidak berkualitas.

mengutip sebuah kalimat yang entah dari mana gue mendengarnya, mungkin ditwitter, google, tv atau dimana. kalimat tersebut berbunyi seperti ini "evolusi manusia zaman sekarang dimulai dari bayi yang berkembang jadi anak-anak, dan memasuki fase anak alay, lalu menjadi manusia dewasa".

teori itu mungkin memang benar adanya, dan post kali ini gue cuma mau memberikan teori yang lain tentang evolusi manusia jaman sekarang yang tentunya versi gue. yang mungkin bisa saja salah. hehehe

Evolusi Manusia Zaman Sekarang Versi Akbar Maulidi yang selanjutnya akan gue sebut jadi (Manusia 5.1). Manusia 5.1 adalah  (yang lagi-lagi menurut gue) bentuk penyempurnaan dari teori sebelumnya yang sudah dijelaskan disebelum-sebelumnya atau manusia 5.1 ini adalah upgrade-an dari versi sebelumnya. Maunsia 5.1 ini tercipta karna perkembangan zaman yang terus bergerak dinamis dan seiring pergerakkan tersebut terciptalah fase-fase baru yang belum ada di versi sebelumnya. cielah baca serius amat. amat aja kada serius. hahaha




oiya, sebelumnya, kenapa gue kasih nama Manusia 5.1, karna dalam teori asal-asalan gue ini ada 5 fase. its so simple :))

fase pertama : Bayi
bukan bermaksud rasis kok








fase ini adalah fase dimana manusia masih suci, tidak berlumur dosa dan yang alhamdulillahnya masih belum alay. fase ini juga adalah fase yang setiap orang pasti pernah jalani. yaiyalah, mana ada lahir langsung gede. tapi bila cinta olon lawan pian ding ai langsung ganal pas pertama kita bertemu. apasih-__- aaah udah daripada tambah nggak jelas, kita langsung aja masuk ke fase yang kedua.
 


 fase kedua : anak-anak

sumpah, nggak ada gue disini.
fase ini adalah fase yang sangat penting semua orang, di fase ini lah nanti kita akan menentukan kemana kita nanti dewasa. contoh musik, kalo saat anak-anak lo didengerin sama orang tua lo lagu-lagu kayak alesana, metallica, black rebel motorcycle club, dll. mungkin sampai dewasa nanti akan mendengarkan lgu-lagu seperti itu. singkat aja, mengutip sebuah kalimat yang lagi-lagi gue lupa baca dimana,

"masa anak-anak adalah gambaran masa dewasa dan masa manula adalah cerminan dari masa bayi"

fase ketiga : alay

bukan. ini bukan gue !
alay. apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar kata tersebut ? menjijikan ? memalukan ? hina ? apapun jawaban kalian, kita pernah alay. ada yang jawab keren ? oh yang benar saja, bung... sama seperti teori(ceilah teori) lain, alay adalah salah satu fase dalam hidup. tapi tiap individu massa dan kadar alay-nya beda-beda. ada yang terjebak jadi alay-nya sangat lama, ada yang alay tapi langsung insyaf. ada yang alay, tobat, alay-nya tambah parah. ada yang alay-nya tingkat dewa. ada yang alay-nya masih bisa dimaklumi, ada alay-nya kalo kita ngeliat timbul rasa ingin ngebunuh.









cuma sekedar saran nih, ketika lo naksir sama seseorang, udah bisa deket, dan tau dia alay. mending lo menjauh perlahan dan cari target  lain deh, daripada merusak otak lo dan ngebuat rasa cinta berubah jadi rasa pengen ngebunuh anak orang, mending menjauh. menjauh.





fase keempat : tidak pernah bisa lepas dari hape

dapat dari google. bukan koleksi.
ketika, disebelum-sebelumnya diawali dengan kata "fase". dan itu membuat gue bosan. makanya gue awali dengan ketika. yes, ketika lo udah terbebas dari lubang hitam bernama alay, lo belum langsung menjadi dewasa, karna masa alay itu ikatannya sangat kuat men. lo nggak bisa lepas begitu aja, pasti ada sisa-sisa alay. salah satunya adalah nggak pernah bisa lepas dari hape. mungkin tulisan lo udah nggak kayak bahasa sangeakerta lagi, mungkin lo udah nggak foto didepan cermin lagi, mungkin lo udah nggak berfoto dengan pose telunjuk dibibir lagi. tapi lo masih nggak bisa lepas dari hape. nggak bisa lepas dari sosial media yang pertumbuhannya nggak bisa diatasi dengan program kb. tiap menit lo masih mainin hape, tiap menit lo masih ngecek twitter, path, atau yang norak dikit we chat. tiap menit lo selalu liatin hape karna siapa tau ada yang sms padahal lo jomblo, tipa menit lo selalu liat hape karna lagi bbm-an sama pacar lo. padahal menurut gue, kualitas sebuah hubungan dapat dilihat bukan dari seberapa sering kita berhubungan tapi dari seberapa tahan kita untuk tidak berhubungan. cieeeeeeeh.............

fase kelima : dewasa


the best man of the years !

akhirnya sampai juga di fase terakhir.... singkat aja, ketika lo udah bisa nggak liat hape tiap menit, saat lo nggak mati gaya tanpa hape didepan banyak orang, dan kalo lo udah bisa percaya dengan pasangan lo tanpa dia harus ngasih kabar, berarti lo udah dewasa. 

inti dari tulisan ini sebenarnya nggak ada, cuma pengen ngeliatin foto gue aja. hahaha... mungkin teori gue barusan emang ngaco, tapi insyaallah dengan kehendak Tuhan, teori tadi cukup relevan untuk bisa diamini bersama.

No comments:

Post a Comment