sebagai orang yang sulit memiliki teman alias jarang ada yang mau temenan sama gue, gue amat senang ketika memiliki teman baru, meski nggak banyak. dan tentunya nggak akan melupakan teman lama.
karna alasan pertemanan tersebut lah, sabtu malam kemarin dengan sangat terpaksa gue menerima ajakan teman untuk jalan. awalnya, sore sabtu itu gue punya planning nanti malam buat nonton gol-gol Inzaghi semasa di Ac Milan. tapi sehabis magrib, gue mendapati sms, harapannya sih dapat ajakkan jalan keluar dari cewek. bener dapatan ajakan keluar buat jalan, tapi dari teman gue, Ikay. laki-laki tulet dan lumayan absurd. gue udah temanan sama ikay dari gue kecil kelas 3 sd gitu lah. mungkin bisa dikatakan gue tumbuh besar dan berkembang bareng dia. untuk beberapa hal gue merasa cocok dengan dia.
sebenarnya, dulu gue punya geng, namanya USB. USB sebernernya cuma kumpulan anak-anak yang seumuran yang tidak memiliki visi dan misi hahaha. intinya USB adalah temen-temen sekampung gue. USB singkatan dari United States Bantuil. maksa banget ya-___-
tiap malam kami selalu ngumpul, entah itu cuma buat nongkrong bareng atau buat mencuri singkong orang... singkongnya sih nggak seberapa enak, tapi kesolidan bekerjasamanya mulai dari menarik batang singkong bersama-sama, sampai nyari bahan buat dibakarnya yang selalu gue ingat.
tiap subuh minggu kami juga suka jalan kaki jembatan kerumpiang. karna waktu itu cara berkomunikasi nggak sebanyak sekarang, jadi kami harus nyamperin dulu kerumah satu-satu. pernah waktu itu jam 5 subuh, Gue, Ikay, Agus, dan Dani, nyoba bangunin acis, kita teriak-teriak didepan rumah acis, yang keluar malah Emaknya sambil ngomel-ngomel,
"woy masih subuh jangan teriak-teriak didepan rumah orang!!!" kata emaknya Acis
gue langsung kabur niggalin Agus, Ikay sama Dani.
lain lagi saat manggil janjian sama angga, kalo bangunin angga cukup dengan sms. tapi raja ngaret.
misalnya, jam 5 pagi sms,
"ngga, kami dimuka rumah lo nih" sms terkirim
semenit kemudian "oh oke, tunggu bentar" balas angga
15 menit kemudian, angga belum muncul
30 menit kemudian, angga belum juga muncul. kami yang nunggu cuma bisa bengong, kebiasaan angga sebelum berangkat, dia BAB dulu.
biasanya dirumpiang kita ngelakuin hal-hal aneh. pernah waktu itu dimarabahan lagi jaman-jamannya nyoret-nyoret tembok pakai pilox. kita juga ikut-ikutan nyoret-nyoret jembatan rumpiang.
tapi seiring waktu berjalan, kita udah nggak pernah ngumpul lagi. ada yang udah kerja jadi perawat, ada yang kerja di perusahaan sawit, diperusahaan tambang. dan sekarang yang masih sering, cuma gue sama ikay doang.
*****
jam 8.15 malam, gue jalan bareng ikay (cowok, sama-sama jomblo pula), dan di malam minggu. dan kalian tahu tempat apa yang pertama kami datangi ? sebuah counter hape men !!! dua orang boncengan malam minggu ke ponsel yang lumayan terkenal dimarabahan. oooh men, tidak ada hal yang lebih hina dari itu.
beres dari ponsel, kami berdua memutuskan untuk keliling-keliling marabahan. dijalan, kami banyak berbincang tentang hal-hal nggak penting yang ada dimarabahan, mulai dari kenapa marabahan kotanya gitu-gitu aja, marabahan jarang ada lampu jalanan, dan tentunya sambil ngeliat cewek-cewek.
setelah beberapa kali keliling-keliling marabahan, gue mulai nggak yakin dengan hubungan pertemanan kami, gue malah mulai merasa kami kayak pasangan-homo-yang-nggak-ada-kerjaan-relationship. tapi malah kita memutuskan untuk santai di jembatan rumpiang.
dirumpiang, Ikay banyak cerita tentang kuliahnya. kebetulan waktu itu, gue dan ikay duduk menyamping yang kalo diliat dari belakang kayak orang lagi pacaran tapi cowok sama cowok-__- ikay bilang kalo senin depan bakal ppl ke martapura 1 bulan,
"baaah kada bisa malam mingguan lagi am kita bar ai, senin mulai ppl dah aku" kata ikay dengan aksen R batagarnya.
seketika itu juga gue pengen nangis.... hahaha
sekitar jam 10, kita pulang. dijalan ikay mengingatkan kepada gue tentang USB dulu.
"eh ingat kada, kita mencuri singkong sampai sini" kata ikay.
"hahaha kada kerasaan tepisah-pisah dah urangnya" ikay melanjutkan.
gue cuma diam....
diperjalanan pulang itu gue mendapat pemikiran, kalo hidup itu sudah seharusnya seperti ini. perubahan dari anak-anak menjadi dewasa, lahir sampai meninggal, dapat pacar sampai akhirnya putus. betemu dan berpisah adalah hal yang pasti.
"eh ingat kada, kita mencuri singkong sampai sini" kata ikay.
"hahaha kada kerasaan tepisah-pisah dah urangnya" ikay melanjutkan.
gue cuma diam....
diperjalanan pulang itu gue mendapat pemikiran, kalo hidup itu sudah seharusnya seperti ini. perubahan dari anak-anak menjadi dewasa, lahir sampai meninggal, dapat pacar sampai akhirnya putus. betemu dan berpisah adalah hal yang pasti.
No comments:
Post a Comment