19 March 2012

BERJUTA RASANYA

Setelah bangun untuk memposting ini, mata gue agak sakit karna kurang tidur dan itu sukses mengurangi ketampanan gue hingga 3%.

Putus cinta terkadang menjadi hal yang melegakan bagi hubungan yang sudah tidak sehat (pasangannya suka selingkuh, pasangannya suka bohong, pasangannya suka minjam uang). Namun, putus cinta akan sangat menyakitkan jika salah satu dari pasangan atau dua-duanya masih saling mencintai.

Alasan untuk putus juga bemacam-macam seperti yang pernah gue tulis ditwitter, mulai yang masuk akal kaya “kayanya kita udah g cocok lagi deh, lebih baik putus aja ya” sampai alasan yang paling g masuk akal “haduh BB aku batrainya lowbet, pokoknya kita putus!” atau yang random kaya “kamu lapar aku hemat dan kitapun selesai”.

Kemaren malam, teman gue, sebut saja namanya Ronald, dia curhat ke gue kalo dia diputusin sama cewenya sebut saja namanya Bunga. Ngedengar curhatannya, gue sedih, gue merasa hati gue terkutuk banget! (padahal 5 menit kemudian gue ketawa terbahak-bahak). Tapi semalam gue jadi ingat kisah awal mereka jadian, jadi kaya ini ceritanya, 24 Mei 2009, gue dan Ronald jalan2 kepantai (ya, dulu sewaktu masih jomblo gue suka jalan2 kepantai, tujuannya sih nyari cewe pantai yang seksi2 kaya Nikita Mirzani tapi pada kenyataannya, bukannya dapat cewe yang ada mulut gue selalu kemusukan air laut dan celana gue penuh pasir. Makanya gue masih jomblo). Dipantai Ronald ngomong

Ronald : Bar, kok gue bisa suka sama Bunga ya ?

Gue : jatuh cinta itu manusiawi, kawan, lo tinggal nembak dia.

Singkat kata singkat cerita, si Ronald meminta tips dan saran dari gue tentang tata cara menembak wanita yang baik dan benar. Dan malamnya, si Ronald nembak Bunga. Ronald dan Bunga mempunyai sifat yang sama, mereka pemalu. Jadi, Ronald hanya berani menembak Bunga via massage. Gue tau Ronald menulis sms kaya gini :

“eh kok Ronald bisa suka sama Bunga ya ? mau ngga kalau kita jadian ?”

Lama menunggu si Bunga tak kunjung membalas, hingga pada tengah malam si Bunga baru membalas

“pulsa Bunga abis nih, jawabnya besok-besok aja ya”

Awalnya gue dan Ronald hanya pasrah namun beberapa menit kemudian kami berdua sadar kalo pulsanya abis kenapa masih bisa ngirim message yang isinya kampret kaya gitu ?! dan pada malam itu juga akhirnya mereka jadian. Sedangkan gue orang yang memberi tips dan nasehat kepada Ronald sehingga dia bisa dapat pacar, masih kaga laku juga.
PS : Dunia tak adil

Kini, Bunga memutuskan cinta Ronald. Ronald galau berat, dia ngga pernah tau apa alasan Bunga hingga mereka harus putus. sebagai teman yang baik, semalam gue menemani kegalauan Ronald dengan menemaninya sms-an.

Gue : Nald, kok putus ?

Ronald : gue juga gatau

Gue : lu mau putus ga ?

Ronald : engga, gue masih sayang

Gue : kalo lu masih sayang, ya ajak balikan lah. Tunjukin rasa sayangmu. Gue sangat mendukung, Nald! Sangat!

Ronald : oke, thank you

*Gue mulai mengerja’i dia*

Gue : eh coba nikmatin lirik ini MUAHAHAHA --> kekasihku tersenyumlah bawaku keduniamu, jadikan aku raja bagimu dalam istana hatimu.. walau kini kau tak lagi temani ragaku ini… cintaku hanya untuk… engkau seorang..

Ronald : monyet lu bar !

Gue : atau lirik ini --> selamat tinggal kekasihku.. lupakanlah diriku.. walau itu menyiksaku… kuingin kau bahagiaaaa

Ronald : monyet, lu niat banget nyiksa gue!

Setelah membaca ulang sms-an antara gue dengan Ronald, timbul pertanyaan pada diri gue sendiri “sebenarnya gue ini teman apa setan ?” awalnya memberi support namun ujung2nya bikin dia tambah galau. Well, gue juga ngga tau. Bodoh amat, amat aja g bodoh. Yang pasti Ronald telah memilih teman curhat yang salah.

Gue juga jadi inget waktu gue ditolak dengan gebetan pertama gue, waktu itu gue masih SD. Gue ditolak karna gue sok2-an playboy. Gue suka sama cwe lain dan ngejar2 cewe itu. Namun pada kenyataannya, gue ditolak gebetan gue dan gagal dengan sukses mendapatkan cewe inceran itu. Dan semenjak ditolak itu gue jadi suka banget ditolak cewe. Gue sih yakin kalo mantan gebetan gue itu sakit hati dan mengutuk gue sehingga gue suka ditolak(padahal karna kulitas muka gue yang kaya knalpot). Well, thank you my ex gebetan, dari lo gue bisa belajar kebodohan-kebodohan gue dimasa lalu sehingga gue ngga akan mengulanginya lagi pada calon gebetan gue tang akan datang (kalo ada yang mau).

Pesan moral dari postingan ini “mempertahankan suatu hubungan cinta itu lebih susah dari soal bahasa”. Dan pesan gue kepada Ronald, kehilangan cinta itu memang menyakitkan. Namun lebih menyakitkan lagi jika harus kehilangan alat kelamin.

No comments:

Post a Comment